Notification

×

Tiga Menteri Tinjau Tol di Lampung, Begini Solusi Sengketa Pembebasan Lahan

02 June 2017 | 23:53 WIB Last Updated 2017-06-02T16:54:15Z
(foto: istimewa)

LAMPUNG -
  Tiga menteri kabinet kerja memantau progres pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni - Terbanggi Besar di Provinsi Lampung, Kamis (1/6/2017).

Ketiga Menteri tersebut adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.

Menggunakan Helikopter berwarna hitam dari Bandara Halim Perdana Kusuma, tiga menteri tersebut mengawali kunjungannya dengan meninjau Bandara Radin Inten II (Branti) di Lampung Selatan, disambut Sekprov Lampung, Sutono.

Beberapa yang dicek adalah pinggir landasan pacu,  kemudian ruang VIP Bandara. Dilanjutkan dengan rapat permasalahan pembangunan di Lampung.

Tidak ada yang mendetail mengenai Branti, yang difokuskan adalah pembangunan JTTS Tahap I.

Sebelumnya, sembari melintas ketiga menteri tersebut memantau dari udara dari titik Bakauheni hingga Kayu Agung. Sampai saat ini, kendala ada di pembebasan lahan.

Dalam wawancaranya kepada awak media, tiga menteri tersebut mengatakan persoalan Urusan Ganti Rugi  (UGR) akan dilakukan tahun ini. Dalam pembahasan, kendala pembebasan lahan menjadi lokus pembahasan.

Beberapa persoalan yang dijabarkan adalah ada hal-hal yang menjadi sengketa dalam pembebasan lahan, memiliki perkara yang keliru kemudian dibawa ke ranah perdata, akan dilakukan jalan keluar dengan cara konsiniyasi (penitipan uang ke pengadilan).

“Intinya, jika ada yag sengketa dan bermasalah tetap akan dilakukan konsinyasi,” ujar Menteri ATR Sofyan Jalil.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, soal UGR diperkirakan paling lambat akan dibayarkan pada pertengahan Juli mendatang.

“Paling lambat, mayoritas itu 30 Juli tapi sebagian 15 Juli, kita sediakan Rp32 miliar sebagaian sudah dibayarkan. Kita inginkan sebelum lebaran kita mau bayarkan sebanyak-banyaknya. Catatan yang masih ada sengketa tadi, ya akan dititipkan di pengadilan uangnya,” kata dia.

Soal progress fisik yang bisa dipakai dalam jalur mudik lebaran tahun ini, Rini menjelaskan ruas yang bisa dipakai adalah ruas di seputaran Itera Sabah Balau sepanjang 10,5 km.

“Kalau yang di Bakau belum memungkinkan. Sebab, pantauan kita di udara tadi, ada beberapa titik yang belum clean, sehingga belum bisa difungsikan full,”  kata dia, dilansir dari Jawapos, Jumat (2/6).

20 Persen

Diketahui, Pembangunan fisik Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap I Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140 km di Provinsi Lampung telah mencapai 20 persen.

Ditargetkan, Pada tahun 2017  beberapa ruas dapat diselesaikan yaitu ruas Pelabuhan-Bakauheni (8,9 km) dan ruas Lematang-Kota Baru (5,64 km) di bulan Maret 2017, serta ruas Branti-Metro (13,5 km) dan ruas Gunung Sugih-Terbanggi Besar (10 km) pada bulan Desember 2017. Sisanya ditargetkan selesai pada 2018.

Ruas Pelabuhan-Bakauheni, Paket I jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 39,4 km yang dikerjakan oleh PT PP.

Dengan adanya ruas ini, nantinya pengguna jalan dari Pelabuhan Merak yang menyeberang dan turun di Pelabuhan Bakauheni, bisa memilih untuk langsung masuk langsung menggunakan jalan tol atau pun menggunakan jalan nasional biasa untuk melanjutkan perjalanan.

Ruas Lematang-Kota Baru, merupakan bagian dari Paket II jalan tol Bakauhei-Terbanggi Besar sepanjang 40,6 km yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Ruas Beranti-Metro Paket III sepanjang 29,5 km yang dikerjakan PT Adhi Karya.

Sementara ruas Gunung Sugih-Terbanggi besar adalah Paket IV atau paket terakhir tahap I sepanjang 31,4 km yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya.

Pimpro Hutama Karya Slamet Sudrajat mengatakan, pada sampai saat ini. progres rigit dari empat paket di tahap I, baru mencapai 12 km saja.

Namun demikian, saat ini dari empat paket tersebut  sudah mencapai 18,13 km. yang terdiri dari paket I 4,9 km, Paket II 6,3 km, paket III 3,430 km, dan paket IV 3,50 km. (*)