Notification

×

Ini Petunjuk Dirlantas Polda Lampung bagi Pemudik ke Sumatera

03 June 2017 | 19:00 WIB Last Updated 2017-06-03T12:00:16Z
Prahoro Tri Wahyono (ist)

LAMPUNG –
Menjelang arus mudik Idul Fitri 1438 Hijriah/2017, Direktorat Lalulintas (Dirlantas) Polda Lampung telah mengecek kesiapan di tiga titik jalan lintas Sumatera (Jalinsum) di Lampung dan akan menerapkan tiga sistem pengaturan pada saat arus balik.

"Hasilnya, jalan lintas timur, jalan lintas tengah dan jalan lintas barat di Lampung telah siap untuk dilalui, baik saat arus mudik maupun balik," ujar Direktur Lalulintas Polda Lampung, Kombes Prahoro Tri Wahyono, Sabtu (3/6/2017).

Menurut dia, kondisi jalan baik. Tetapi di setiap jalan ada titik rawan kemacetan dan rawan kecelakaan yang harus diantisipasi dan perlu diketahui.

Mengenai jarak tempuh di tiga jalur tersebut, untuk jalan lintas timur mulai dari titik 0, yakni di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung hingga Pematang Panggang, Mesuji, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, sejauh 287 Km.

Untuk jalan lintas tengah mulai dari titik 0 yakni, di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, hingga Sumatera Selatan dan Bengkulu sejauh 321 Km.

"Sedangkan jalan lintas barat mulai dari titik 0 yakni, Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, hingga Bengkulu, sejauh 305 Km," jelas Prahoro.

Hal-hal yang perlu diwaspadai, di jalan lintas timur yakni dua jembatan kembar yang berada di perbatasan Tulangbawang dengan Lampung Tengah, karena mengalami kerusakan dan berlubang.

“Lubang yang ada di jembatan kembar dan jembatan Tulungbuyut, Mesuji, Lampung, sudah ditutup menggunakan plat besi agar bisa dilalui,” ujarnya.

Di jalan lintas tengah ada dua daerah yang rawan macet yakni, daerah Tegineneng, Pesawaran, dan Bandar Jaya, Lampung Tengah.

Di daerah Tegineneng, ada pertemuan kendaraan, jalan sempit dan tikungan patah dan di daerah Bandar Jaya, ada pasar tumpah.

“Untuk mengatasi kemacetan tersebut kita akan melakukan rekayasa jalan, agar arus lalulintas tidak terhambat atau macet. Sedangkan di jalan lintas barat, yang perlu diantisipasi adalah rawannya longsor di Sedayu, Tanggamus, dan di Krui, Pesisir Barat,” terang Prahoro.

Mengenai rawan tindak pidana kriminalitas, meskipun pihaknya hanya menangani keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalulintas (Kamseltibcarlantas), juga akan berkoordinasi dengan Brimob, Polres dan jajaran, serta pemda setempat di tiga jalan lintas Sumatera, yang akan dilalui saat mudik dan balik pada H-7 hingga H+7 hari raya Idul Fitri.

“Koordinasi itu kita lakukan agar pemudik atau pengendara yang melintas di tiga jalan lintas Sumatera itu bisa terjamin keamanannya,” ucap Prahoro, seperti dilansir Poskotanews.

Tiga Sistem

Tidak hanya persiapan jalur dan antisipasi kerawanan, Direktorat Lalulintas Polda Lampung juga menerapkan tiga sistem pengaturan antrean kendaraan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pada arus balik yaitu, jalur hijau, jalur kuning dan jalur merah.

Tiga sistem itu diterapkan pada arus balik, karena ada perbedaan antara arus mudik dan arus balik.

Jika pada arus mudik, diprediksikan setelah kendaraan turun dari kapal, kendaraan tersebut akan langsung melanjutkan perjalanan, namun pada arus balik akan terjadi kepadatan dan antrean kendaraan di Pelabuhan Bakauheni.

“Itu sebabnya, kita akan terapkan tiga sistem tersebut dan penambahan pintu untuk mengurai antrean kendaraan di 6 dermaga di Pelabuhan Bakauheni,” ungkapnya.

Menurut Prahoro, jalur hijau diterapkan, ketika kendaraan masuk ke dermaga 1 sampai 6, posisi kendaraan parkir. Jalur kuning diterapkan ketika ada antrean, kendaraan akan dibagi dua dan masuk kantong parkir.

Sedangkan jalur merah akan diterapkan saat terjadi antrean panjang, dengan memasukkan kendaraan ke kantong parkir dan hanya memperbolehkan kendaraan pribadi, bus penumpang, serta kendaraan pengangkut sembako. (*)