![]() |
| (foto: istimewa) |
LAMPUNG – Sepuluh lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam wadah Aliansi Keramat Lampung, mendesak Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo segera mengklarifikasi laporan dugaan tindakan asusila ke Komisi III DPR RI.
Tuntutan tersebut disampaikan Aliansi Keramat Lampung lewat aksi demo, di depan Kantor Gubernur Lampung, Kamis (15/6/2017).
Sudirman, kordinator aksi, dalam orasinya menyatakan adanya laporan ke Komisi III DPR RI tersebut secara tidak langsung telah mencederai masyarakat Lampung.
"Gubernur Ridho agar segera menjelaskan kesimpangsiuran dari perkara ini,” katanya.
Sudirman juga mengungkapkan kecurigaannya, soal kesepakatan terselubung diantara pihak-pihak terkait agar perkara ini tetap misterius.
Selain itu, Aliansi Keramat Lampung juga minta Komisi III DPR RI memproses kembali permasalahan Gubernur Lampung dengan Saudari Sinta Melyati ini secara transparan.
“Meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memanggil paksa Gubernur Lampung,” ucap Sudirman pula, seperti dilansir Porosglobal.
Disebutkannya, surat undangan yang dialamatkan kepada Gubernur Lampung dan ditandatangani Lakhar Sekjen DPR RI, Damayanti tersebut, sudah dilayangkan Senin (28/11/2016) lalu.
Yakni, dengan nomor surat No.W/ZGZSS/DPR Rl/2016.
Dalam surat tersebut, Sudirman menjelaskan, disebutkan alasan pemanggilan sesuai jadwal rapat DPR RI masa persidangan II yang diputuskan dalam rapat konsultasi Badan Musyawarah DPR RI, mendasari rapat pimpinan (Rapim) Komisi III, pada 16 November 2016.
Selanjutnya, komisi yang membidangi antara lain hukum itu mengagendakan rapat dengar pendapat dengan Gubernur Lampung di ruang rapat Komisi III DPR, di Jakarta, Rabu (30/11/2016).
DPR RI juga telah melayang kan surat kepada Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian lewat surat bernomor: pw/05501/DPR RI/lV/2017, tertanggal 10 April 2017 bersifat penting.
Inti surat ini adalah permohonan bantuan agar menghadirkan Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo dengan seorang wanita bernama Sinta Melyati.
Namun sayangnya, perkara ini masih saja misterius karena yang bersangkutan tidak hadir memenuhi undangan.
Pantauan lapangan, aksi demo Aliansi Keramat Lampung, Kamis (15/6), diikuti puluhan massa. Selain orasi, massa aksi juga membentangkan porter bertuliskan berbagai tuntutan. (*)
