Notification

×

Geger! Mayat Pemilik Salon Mengambang di Sungai Trikora Lampung Selatan

08 June 2017 | 10:54 WIB Last Updated 2017-06-08T04:04:55Z
(foto: istimewa)

LAMPUNG - Warga Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan (Lamsel) digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang mengambang di sungai Trikora, kawasan perkebunan karet PTPN, Selasa, (6/6/2017).

Saat ditemukan, jasad mayat tersebut dalam kondisi tidak mengenakan pakaian (telanjang) dan diduga korban pembunuhan. Pasalnya, di leher korban mengalami luka dan di bagian wajahnya terdapat luka lebam.

Korban diketahui bernama Khairudin alis Eeng (43), seorang pemilik salon (potong rambut), warga Desa Way Hui, Jati Agung, Lamsel.

Kepala Desa Way Hui, Jati Agung, Lamsel Cecep Sofiuddin Ali mengatakan, ia mengetahui peristiwa penemuan jenazah Khairudin, setelah petugas kepolisian datang ke rumahnya bersama warga setempat dengan membawa dan menunjukkan foto korban.

Menurutnya, dari identitas foto yang ditunjukkan, hampir mengalami kecocokan.

"Ditambah di tangan korban yang terdapat tato, menguatkan jenazah yang ditemukan adalah bernama Khaiuruddin," ujarnya saat ditemui di RS Bayangkara, Rabu, (7/6)

“Lantas kami bersama warga setempat yang merupakan keluarga korban bersama polisi, membawa jenazahnya ke RS Bayangkara, agar dilakukan visum,” tambahnya

Cecep mengaku belum mengetahui pasti di balik motif kejadian tersebut. Apakah korban pembunuhan berencana atau ia dibunuh spontan oleh pelaku, atau memiliki permasalahan, ini yang masih diselidiki polisi.

“Harapan kami, polisi bisa mengungkap kasusnya dan motif apa pelaku tega hingga membunuh korban,” bilangnya

Ahmad Nurdin (40), adik kandung korban menduga  kakaknya menjadi korban pembunuhan. Menurutnya, perbuatan pelaku sudah direncanakan dengan mencoba menghilangkan jejak dan barang bukti.

"Sebab, handphone dan sepeda motor Honda Beat miliknya juga hilang," ungkapnya

Mirisnya, selain menyiksa tubuh kakaknya,  jenazahnya dibuang di sungai begitu saja tanpa mengenakan sehelai pakaian pun.

Nurdin menuturkan kakaknya itu membuka salon di desa tempat tinggalnya.

"Sehari-hari memang dia mengontrak di sana, namun ia juga sering pulang ke rumah untuk berkumpul dengan keluarga," paparnya, seperti dilansir Tribunlampung.

Nurdin mengaku tidak memiliki firasat apapun dengan kematian kakaknya tersebut. Namun, sebelum kakaknya tewas, ia sempat ke rumah malam sebelum peruistiwa.

"Dia datang ke rumah dengan membawakan kami buah duren," ceritanya.

“Nah, malam itu hari terakhir kami (keluarga) bertemu dengan nya. Kebetulan malam itu ia datang ke rumah sendirian mengendarai sepeda motor Honda Beat miliknya,” tuturnya

Disinggung apakah semasa hidup korban memiliki masalah atau musuh dengan orang lain, Nurdin  tidak mengetahui secara pasti. Sebab, kepribadian kakaknya itu selalu tertutup dengan keluarga.

“Meskipun ia memiliki masalah, ia tidak pernah cerita dengan kami. Jadi, kami kurang tahu kehidupaan ia di luar sana,” paparnya

Nurdin mengungkapkan, berdasar hasil visum, di tubuh kakaknya mengalami sejumlah luka. Di antaranya luka leher seperti terjerat tali dan luka lebam di bagian wajah.

“Rencananya jenazah korban akan langsung kami kebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) di Jati Agung,” jelasnya.

Sebelum kakak kandungnya ditemukan tewas, Ahmad Nurdin mengaku, mendengar kabar sempat terjadi cekcok mulut dari dalam salon milik Khairudin.

Menurutnya, informasi tersebut diperolehnya setelah keponakannya bernama riki menceritakan itu kepadanya.

"Keponakan saya bilang, kalau ia mendengar keributan dari dalam salon. Mengenai ribut dengan siapa, itu yang saya belum mengetahuinya, " akunya

"Kebetulan keponakan saya tersebut berjualan buah durian tepat di depan salon milik kakak saya. Jadi, ia mendengar sekali suara keributan tersebut, " bilangnya

Berdasar pantauan di RS Bayangkara, jenazah korban dibawa pulang oleh keluarga dengan menggunakan mobil Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dengan mendapat pengawalan dari mobil patroli Polsek Jati Agung.

Jenazah korban akan langsung dikebumikan pihak keluarga ditempat pemakaman umum (TPU) Jati Agung. (*)