![]() |
| (ilustrasi/ist) |
LAMPUNG - Pada tahun 2017 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan membangun 10 jembatan yang tersebar di sejumlah kabupaten daerah setempat.
"Pembangunan 10 jembatan baru itu di Kabupaten Pringsewu, Tulangbawang Barat, Way Kanan, Lampung Barat, Tulangbawang, dan Lampung Selatan," kata Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, Jumat (12/5/2017).
Dia mengatakan, sebelumnya Pemprov Lampung juga telah membangun sembilan jembatan pada 2014. Kemudian pada 2015, pemerintah membangun 24 jembatan, dan enam jembatan pada 2016.
Menurutnya, ke10 jembatan baru tersebut sangat dibutuhkan masyarakat guna memperlancar roda perekonomian dan membuka daerah terisolasi, terutama yang berada di jalur angkutan hasil bumi.
"Kami menargetkan 10 jembatan ini paling lambat selesai akhir tahun dan memperlancar konektivitas masyarakat," kata Ridho.
Pembangunan paling mendesak, kata Gubernur, adalah Jembatan Way Sekampung II, di Pringsewu.
Jembatan yang dibangun pada 1983 ini tidak lagi mampu menampung arus lalu lintas yang mencapai 7.338 kendaraan lalu lintas harian rata-rata (LHR) yang menghubungkan Kalirejo, Lampung Tengah, dan Pringsewu tersebut.
"Akibatnya timbul kemacetan parah pada jam-jam sibuk," jelasnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, untuk mengatasi kemacetan itu, dibuat jembatan baru atau duplikasi jembatan sepanjang 50 meter yang lebih lebar dari jembatan yang sekarang.
"Jadi, nanti ada dua jembatan, sehingga kendaraan yang dari Kalirejo ke Pringsewu dan sebaliknya memakai dua jembatan di kiri dan kanan," kata Ridho.
Pemprov Lampung juga membangun tiga jembatan di lokasi bekas transmigrasi yang dibangun pada 1980-an. Kondisi tiga jembatan yang terletak di Tulangbawang Barat tersebut tidak laik lagi dipakai karena rusak parah.
"Kawasan ini penghasil karet, singkong, dan kelapa sawit. Kerusakan tiga jembatan ini membuat akses masyarakat terhambat," ujar Ridho.
Ketiga jembatan yang ditargetkan rampung pada 2017 yakni Jembatan Way Sebetik, Way Tujok II, dan Way Kendil.
Jembatan ini dibangun dengan konstruksi darurat dan tidak memiliki lantai lagi. Akibatnya, hanya sepeda motor yang dapat melintas di Jembatan Way Kendil dan Way Tujok.
Jembatan Way Tujok II menghubungkan Simpang Tujoh ke Panaragan Jaya dengan tingkat LHR 4.676 kendaraan.
Sedangkan Jembatan Way Kendil menghubungkan ruas jalan Adijaya menuju Tulung Randu dengan tingkat LHR mencapai 3.727 kendaraan.
"Ketiga jembatan ini dibongkar total dan diganti baru, sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat hingga truk pengangkut hasil bumi," kata Ridho, seperti dilansir Okezone.
Dia menjelaskan, di Way Kanan, Pemprov bakal membangun Jembatan Way Nibung II penghubung ruas Jalan Tegal Mukti, Tajab.
Kepadatan lalu lintas di kawasan ini masih terolong kecil yakni 459 LHR kendaraan. Namun diharapkan dengan selesainya Jembatan Way Nibung II, konektivitas daerah ini dapat pulih kembali.
Selain konstruksi jembatan, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), juga membangun jembatan dengan 'box culvert'.
Menurut Kepala Dinas PUPR Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, ada lima jembatan box culvert yang dibangun pada 2017 yakni Way Asem (Lampung Barat), Way Pidada III, Way Pidada IV, dan Way Kecubung I di Kabupaten Tulangbawang.
Kemudian, jembatan box culvert di ruas di ruas simpang Korpri-Purwotani, Lampung Selatan.
Pembangunan jembatan di Way Asem, menurut Budhi, dimaksudkan untuk memperbaiki akses menuju Suoh.
"Jalan ini berada di kawasan hutan lindung Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Kami memilih jembatan box culvert agar proses pembangunan tidak mengganggu kawasan hutan lindung," katanya.
Secara keseluruhan, pembangunan 10 jembatan baru ini, kata Budhi, untuk mendukung pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi sepanjang 164 kilometer. Selain itu, pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 1.185 km.
"Targetnya, pada 2017 ini kondisi mantap jalan provinsi bisa tercapai 75% sesuai target renstra dari dana APBD 2017 dan dana alokasi khusus," ujarnya. (*)
