![]() |
| (foto: whatsapp) |
LAMPUNG - Mobil Terios Silver BE1310CK ditabrak Kereta Api (KA) penumpang dari arah Tanjungkarang, Bandar Lampung menuju Kotabumi, Lampung Utara, Sabtu (27/5/2017).
Peristiwa yang menewaskan dua siswi SMPN 2 Bandar Lampung, Aura Fairuz Adinda dan Dinda Rani Febrizadi itu terjadi di perlintasan Patmosari Haduyang Natar, Lampung Selatan.
Mobil tersebut yang membawa sembilan siswa SMP Negeri 2 Bandar Lampung, diketahui hendak berkunjung ke panti asuhan di Patmosari untuk kegiatan bakti sosial.
"Kejadian itu sekitar pukul 9.00 WIB, dua orang meninggal dunia," kata Kades Haduyang Hasani,
Sinta Taruli (17) saksi mata kejadian mengatakan, mobil Terios silver BE1310CK yang mengalami kecelakaan terpental sejauh 10 meter, lalu menghantam garasi depan salah satu warga yang tak jauh dari perlintasan.
"Garasi tetangga saya pecah kena hantaman mobil. Kejadiannya sekitar jam 9 pagi," terangnya.
Saat kejadian itu dirinya mengaku mendengar suara hantaman keras yang menabrak garasi tersebut.
"Begitu saya lihat, ada orang jatuh terkapar didekat garasi dan langsung meninggal dunia" jelasnya.
![]() |
| Dua siswi yang meninggal dunia. (foto: whatsapp) |
KAI: Tutup Perlintasan
Sementara, Pengamanan Objek Vital (Pamovit) Polda Lampung merilis sudah enam kali kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Natar Lampung Selatan.
Perwira Pembina Polisi Kereta Api Pamovit Polda Lampung Kompol TH Prasetyo saat ditemui di RS Natar Medika, mengatakan kalau tahun ini saja sudah ada enam lakalantas kereta api.
Enam daerah tersebut yakni perlintasan flyover, stasiun kereta api (dua kali peristiwa), Rejosari, Serba Jadi (Serbajadi) dan terakhir ini perlintasan Patmosari.
"Saya meminta kepada masyarakat agar berhati-hati, apalagi kalau tidak ada pembatasan perlintasannya, itu sangat bahaya," katanya, seperti dilanir Tribunlampung.
Humas PT Kereta Api Indonesia, Franoto Wibowo, menyatakan turut belasungkawa kepada korban meninggal.
Untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa, ia berharap pemerintah daerah bisa menutup perlintasan tidak resmi di jalur perlintasan kereta.
Ia mengungkapkan, di wilayah PT KAI Divre IV, dari Tarahan sampai Tanjung Enim, Sumatera Selatan, terdapat 137 perlintasan tidak resmi. Menurut dia, penutupan perlintasan kereta merupakan wewenang pemda.
"Kami akan kerjasama dengan pemda setempat untuk menutup perlintasan tidak resmi tersebut," tambahnya.
Ia pun mengimbau warga untuk menggunakan perlintasan resmi apabila akan melintas. "Pengendara yang lewat perlintasan kereta harus selalu berhati-hati. Lihat kanan jika hendak melintas," kata Franot. (*)

