![]() |
| (foto: istimewa) |
"Jaringan penyelundup berusaha menempuh jalur baru agar barang haram selundupannya sampai di tujuan," Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Murbani Budi Pitono, Selasa (25/4/2017).
Menurut dia, penyelundupan melalui Pelabuhan Panjang ini baru yang pertama kali. Biasanya, jaringan penyelundup menggunakan jalur lintas Sumatra melalui Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.
"Penyelundupan melalui jalur Pelabuhan Bakauheni sengaja dihindari, karena penjagaannya yang super ketat dengan alat canggih," terang Murbani.
Dalam keterangan persnya, tersangka Musladi (41) dan Rizan (DPO) yang membawa paket ganja sebanyak 256 paket menggunakan mobil boks.
Saat masuk wilayah Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, petugas KSKP langsung memeriksa mobil tersebut, seperti dilansir laman Republika.
Petugas mencurigai isi mobil boks beras, namun terdapat tempat terbuat dari pelat besi yang agak menonjol. Petugas memeriksa tempat tersebut, dan menemukan ratusan paket ganja yang sudah terbungkus rapi.
Dua tersangka melarikan diri. Musladi tertangkap, sedangkan Rizan masih dalam pencarian. Kedua tersangka ingin mengelabui petugas dengan mengisi mobil boks dengan beras.
Kepada polisi, tersangka Musladi menyatakan tertarik menjadi kernet mobil boks tersebut dengan mendapat imbalan sebesar Rp 2 juta, bila barang tersebut sampai di tujuan.
Warga Gampong Leupung Bruk, Desa Leupung Bruk, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darusalam mengaku tidak mengetahui isi barang tersebut ganja.
Ia hanya diajak Rizan untuk menjadi kernet dan mengantarkan barang tersebut di tempat tujuan Jakarta dengan imbalan uang. (*)
