Notification

×

Dor !! Lima Begal Lampung Timur Ditembak Mati

01 April 2017 | 15:51 WIB Last Updated 2017-04-02T06:27:13Z
(foto: istimewa)

LAMPUNG - Lima pelaku begal asal Desa Negara Saka dan Negara Batin, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung yang kerap mengincar wanita bermotor sebagai korbannya, ditembak mati aparat Polresta Bandar Lampung.

Kelima pelaku tewas saat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung. Kini, jasad lima pelaku kejahatan tersebut berada di ruang jenazah Rumah Sakit tersebut.

Komplotan ini melakukan perlawanan aktif saat akan ditangkap, sehingga petugas memberikan tindakan tegas. Kelimanya merupakan residivis dalam kasus yang sama, pencurian kendaraan bermotor dan begal.

Kelima pelaku yang masih berusia muda tersebut yakni  Safar (20), Junaidi Ibrahim alias Yogi (20), Riko Bin Ibroni (17), Indra Saputra (17) dan Herman Efendi Bin Dalom Mansur (17), yang sudah melakukan kejahatan pencurian motor sebanyak 30 titik di wilayah hukum Bandar Lampung.

"Mereka ini ada yang residivis, DPO dan penghuni LP juga. Kelimanya kami lumpuhkan karena melakukan perlawanan saat penangkapan," ujar Kapolresta Bandar Lampung Kombes Murbani Budi Pitono, Sabtu (1/4/2017).

Barang bukti yang didapat berupa satu pucuk senjata api rakitan, empat amunisi aktif, satu selongsong peluru, kunci leter T, enam mata kunci T, tiga senjata tajam, dua unit motor jenis Honda Beat X warna hitam No Pol. A 3040 MR dan Honda Kharisma warna Hitam.
 
Saat beroperasi, kata kapolresta, para pelaku kerap membawa senjata api dan senjata tajam. Pelaku tidak segan-segan melukai korbannya yang berusaha melawan.

Sempat terjadi baku tembak antara para pelaku dan petugas, di jembatan layang Srengsem Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Akhinya lima pelaku berhasil dilumpuhkan oleh Tim Ranger Tekab 308 Polresta Bandar Lampung yang melakukan penyergapan.

Penyergapan yang dilakukan pukul 03.00 WIB di Kota Bandar Lampung berlangsung sengit. Itu karena para pelaku melakukan perlawanan aktif dengan menembakkan senjata api rakitan ke arah petugas.

Komplotan ini terkenal sadis dalam aksinya dan tidak segan-segan melukai korbannya, dengan target utama adalah kaum perempuan.

"Oleh karena itu, kami sarankan kepada kaum wanita untuk lebih berhati-hati saat mengendarai motor. Jangan menggunakan perhiasan berharga. Pastikan posisi tas dalam posisi aman, tidak mengundang perhatian," imbau Murbani.

Aksi terakhir komplotan ini dilakukan di wilayah Tanjung Karang Pusat dan Jalan KH Mas Mansur, Kecamatan Enggal dengan cara merusak kunci setang motor yang dicurinya. (dbs)