![]() |
| JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, Lampung. (ist) |
LAMPUNG - Proyek jalan tol trans Sumatra (JTTS) wilayah Lampung masih terkendala proses pembebasan lahan di lapangan. Kendala tersebut membuat proyek tersebut belum siap dilalui pada tahun ini.
Ketua Tim Persiapan Pembebasan Lahan JTTS Lampung, Adeham menyatakan, proyek JTTS ruas Lampung masih menghadapi masalah pembebasan lahan. Sehingga dinilai mengganggu kesiapan jalan tol tersebut dapat dilalui pada tahun ini.
“Semuanya bergantung dengan kondisi di lapangan,” kata Adeham, yang kini menjabat pelaksana tugas bupati Tulangbawang Barat, Rabu (25/1/2017).
Target yang digencarkan pemerintah pusat terkait JTTS Lampung dapat digunakan tahun ini, menurut dia, tidak menjadi masalah, selagi kondisi di lapangan mendukung program tersebut.
Target yang digencarkan pemerintah pusat terkait JTTS Lampung dapat digunakan tahun ini, menurut dia, tidak menjadi masalah, selagi kondisi di lapangan mendukung program tersebut.
Menurut dia, penyelesaian proyek JTTS sangat bergantung dengan empat komponen. Yakni, kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (Kemenpupera), Pemprov Lampung, tim appraisal dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Sebelumnya, Kemenpupera menargetkan beberapa ruas proyek JTTS telah dapat digunakan pada tahun ini. Sehingga dapat mengurangi beban lalu lintas di jalan lintas Sumatra.
Pembangunan dua ruas jalan tol trans Sumatra (JTTS) dari Bakauheni hingga Pematang Panggang (perbatasan Sumatra Selatan – Lampung) sebagian masih terganjal pembebasan lahan. Pemprov Lampung menargetkan ruas jalan tol rampung pada 2018.
Sebelumnya, Kemenpupera menargetkan beberapa ruas proyek JTTS telah dapat digunakan pada tahun ini. Sehingga dapat mengurangi beban lalu lintas di jalan lintas Sumatra.
Pembangunan dua ruas jalan tol trans Sumatra (JTTS) dari Bakauheni hingga Pematang Panggang (perbatasan Sumatra Selatan – Lampung) sebagian masih terganjal pembebasan lahan. Pemprov Lampung menargetkan ruas jalan tol rampung pada 2018.
“Masih ada beberapa masalah pembebasan lahan,” kata Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Sutono di Bandar Lampung, Rabu (28/12/2016) lalu.
Secara keseluruhan, ruas JTTS Bakauheni – Terbanggi Besar sepanjang 140,7 kilometer (km) sedang berlangsung. Sedangkan ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang 112 km masih memasuki tahap pembebasan lahan, seperti dilansir Republika.
Ia mengatakan pembangunan JTTS ruas Bakauheni – Terbanggi berlangsung lancar progresnya. Diprediksi proyek ini selesai pada 2018, sehingga JTTS dapat digunakan bersamaan berlangsungnya even olahraga Asian Games 2018 di Palembang dan Jakarta.
Menurut dia, ruas JTTS Terbanggi Besar hingga Pematang Panggang (Mesuji) memasuki tahap penetapan lokasi. Setelah itu dilakukan pembebasan lahan dan ganti rugi.
Pembangunan konstruksi badan jalan tol telah dilaksanakan sepanjang 15 km, meliputi jalan utama sepanjang 7,7 km dan jalan akses sepanjang 7 km. Penetapan lokasi berdasakan Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/878/B.V/HK/2016 tanggal 30 November 2016 dengan sepanjang 40 km. (*)
Secara keseluruhan, ruas JTTS Bakauheni – Terbanggi Besar sepanjang 140,7 kilometer (km) sedang berlangsung. Sedangkan ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang 112 km masih memasuki tahap pembebasan lahan, seperti dilansir Republika.
Ia mengatakan pembangunan JTTS ruas Bakauheni – Terbanggi berlangsung lancar progresnya. Diprediksi proyek ini selesai pada 2018, sehingga JTTS dapat digunakan bersamaan berlangsungnya even olahraga Asian Games 2018 di Palembang dan Jakarta.
Menurut dia, ruas JTTS Terbanggi Besar hingga Pematang Panggang (Mesuji) memasuki tahap penetapan lokasi. Setelah itu dilakukan pembebasan lahan dan ganti rugi.
Pembangunan konstruksi badan jalan tol telah dilaksanakan sepanjang 15 km, meliputi jalan utama sepanjang 7,7 km dan jalan akses sepanjang 7 km. Penetapan lokasi berdasakan Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/878/B.V/HK/2016 tanggal 30 November 2016 dengan sepanjang 40 km. (*)
