![]() |
| (foto: dok. facebook) |
LAMPUNG - Tempat wisata baru di Provinsi Lampung, Muncak Teropong Laut, di Kabupaten Pesawaran yang berbatasan dengan ibukota provinsi, Kota Bandar Lampung, menjadi salah satu tujuan kunjungan wisata pada liburan Tahun Baru 2017.
Seperti pada saat pergantian tahun, Sabtu (31/12/2016) dan Minggu (1/1/2017) hingga Senin (2/1) ini, pengunjung terus memadati salah satu objek wisata di kawasan perbukitan itu, untuk menikmati pemandangan alam laut Teluk Lampung secara leluasa.
![]() |
| (foto: dok. facebook) |
Menurut pengelola kawasan wisata itu, para pengunjung yang berdatangan tidak saja dari Lampung, namun banyak pula pengunjung dari luar Provinsi Lampung, seperti Palembang (Sumatera Selatan), Bengkulu, Jambi, Jakarta, Bandung, dan beberapa kota lain di Indonesia.
Sejumlah pengunjung mengaku sengaja jauh-jauh datang ke Muncak, karena selain untuk memuaskan rasa penasaran setelah mendengar adanya objek wisata teropong laut di Lampung, sekaligus mengisi liburan tahun baru.
Kebanyakan
pengunjung adalah anak-anak muda dan kalangan remaja, meskipun terdapat
pula pengunjung rombongan keluarga beserta anak-anak, yang datang ke
objek wisata Muncak Teropong Laut di Desa Muncak, Kelurahan Muncak,
Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.
Pengunjung dapat dengan leluasa menikmati pemandangan alam melihat kawasan Teluk Lampung dari puncak bukit di Muncak itu.
![]() |
| (foto: dok. facebook) |
Pengunjung dapat dengan leluasa menikmati pemandangan alam melihat kawasan Teluk Lampung dari puncak bukit di Muncak itu.
Pengelola
objek wisata menyediakan sejumlah lokasi untuk menyaksikan pemandangan
alam sambil berfoto. Namun pada beberapa lokasi untuk berfoto, dibatasi
jumlah pengunjungnya guna menghindari pengunjung terjatuh.
Itu
mengingat tempat berfoto tersebut di bawahnya merupakan jurang yang
dalam. Sejumlah rumah pohon juga disediakan bagi pengunjung yang ingin
naik dan berfoto atau menyaksikan pemandangan alam di atas pohon di
sekitarnya, seperti dilansir laman RRI.
Tiket masuk ke kawasan ini cukup murah, hany Rp 5 ribu per orang. Namun pengunjung berkendaraan sepeda motor dan mobil harus membayar parkir berkisar Rp 5 ribu untuk motor dan Rp 10 ribu bagi mobil.
Belakangan ini, selain kawasan Muncak Teropong Laut, di sekitarnya berkembang pula lokasi serupa yang dibangun oleh para pemilik lahan dan pengelolanya, termasuk pada kawasan lebih tinggi yang hanya dapat dicapai menggunakan sepeda motor maupun berjalan kaki ke puncaknya.
![]() |
| (foto: dok. facebook) |
Tiket masuk ke kawasan ini cukup murah, hany Rp 5 ribu per orang. Namun pengunjung berkendaraan sepeda motor dan mobil harus membayar parkir berkisar Rp 5 ribu untuk motor dan Rp 10 ribu bagi mobil.
Belakangan ini, selain kawasan Muncak Teropong Laut, di sekitarnya berkembang pula lokasi serupa yang dibangun oleh para pemilik lahan dan pengelolanya, termasuk pada kawasan lebih tinggi yang hanya dapat dicapai menggunakan sepeda motor maupun berjalan kaki ke puncaknya.
Perjalanan
ke objek wisata Muncak Teropong Laut ini dapat ditempuh dari Kota
Bandar Lampung, melewati ruas jalan menuju kawasan pantai hingga
Lempasing yang mendekati perbatasan Kabupaten Pesawaran.
Lokasi Muncak Teropong Laut ditempuh sekitar 1,5 km dari Dusun Tataan, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, dari jalan masuk di depan kawasan wisata Pantai Tirtayasa.
Jalan menuju ke lokasi teropong laut itu tidak terlalu jelek, sudah berbatu dan beraspal walaupun tidak begitu mulus.
Namun harus melalui jalan naik, terjal dan berkelok-kelok, sehingga pengunjung harus berhati-hati dan membawa kendaraan dalam kondisi baik agar tidak mogok atau terperosok ke jurang di sekitarnya. (*)
![]() |
| (foto: dok. facebook) |
Lokasi Muncak Teropong Laut ditempuh sekitar 1,5 km dari Dusun Tataan, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, dari jalan masuk di depan kawasan wisata Pantai Tirtayasa.
Jalan menuju ke lokasi teropong laut itu tidak terlalu jelek, sudah berbatu dan beraspal walaupun tidak begitu mulus.
Namun harus melalui jalan naik, terjal dan berkelok-kelok, sehingga pengunjung harus berhati-hati dan membawa kendaraan dalam kondisi baik agar tidak mogok atau terperosok ke jurang di sekitarnya. (*)




