Notification

×

Perkuat Struktur, Laskar Aswaja Lampung Gelar Rakor

11 December 2016 | 18:56 WIB Last Updated 2016-12-11T11:56:38Z

LAMPUNG -
Dalam rangka penguatan struktural organisasi, serta untuk mempertajam militansi gerakan dalam menghalau paham radikalisme, DPW Laskar Aswaja Provinsi Lampung menggelar rapat koordinasi (Rakor) dan konsolidasi.

Kegiatan itu diikuti seluruh Dewan Pengurus Cabang (DPC) Laskar Aswaja se-Provinsi Lampung di Bandar Lampung, Sabtu (11/12/2016).
 
Rakor berjalan dengan nuansa penuh keakraban, namun tetap serius dalam membangkitkan gairah untuk memajukan dan membumikan nilai-nilai luhur Ahlusunah wal Jamaah di Bumi Ruwa Jurai. 

Masing-masing pengurus Laskar Aswaja daerah diberi kesempatan untuk menyampaikan wacana pengembangan organisasi. Sejauh mana penguatan struktur kepengurusan, program kerja, dan kendala organisasi.
 
“Rakor dan konsolidasi dengan DPC Lascar Aswaja se-Provinsi Lampung ini merupakan salah satu upaya untuk memaksimalkan pembentukan struktur sampai tingkat Pimpinan anak cabang (PAC) hingga tingkat ranting/kampung. Juga melakukan kegiatan yang maksimal dan optimal untuk kemaslahatan umat," ujar Sekretaris DPW Laskar Aswaja Lampung, Khoirul Anwar.

Dijelaskan, negara ini ke depan dihadapkan pada tugas dan tantangan baru yang makin berat. Bukan hanya karena makin kompleksnya perkembangan masyarakat yang menuntut berbagi penyesuaian. 

"Namun juga kemunculan banyak organisasi Islam baru, yang mengharuskan kita memperbaharui strategi dakwah dan perjuangan," tegas Khoirul, yang juga koordinator tenaga ahli professional Provinsi Lampung tersebut.


Sementara, Ketua DPC Lascar Aswaja Way Kanan, Hasyim Asyari, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, salah satu tantangan sebuah organisasi adalah penataan gerakan di tingkat akar rumput melalui pengembangan PAC dan Ranting.
 
“Secara hirarki keorganisasian, Cabang dan Ranting adalah level organisasi paling bawah, sehingga harus segera dibentuk dan dilakukan pembinaan secara maksimal. Jangan sampai PAC dan Ranting hanya sekadar pihak yang menunggu dan menjalankan perintah pimpinan yang di atasnya,” imbau alumni PMII OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan tersebut. (heri/fikri)