![]() |
| (foto: jul) |
LAMPUNG BARAT – Warga Pekon Hujung, Kecamatan Belalau, Lampung Barat (Lambar) dihebohkan penemuan mayat tanpa kepala, Selasa (13/12/2016).
Mayat yang hanya tinggal bagian tangan, kaki, dan sebagian perut, ditemukan di Sungai Way Manak, Atar Galah Tanoh, Pekon Hujung, kaki Gunung Pesagi, jauh dari permukiman penduduk.
Mayat anonim tersebut pertama kali ditemukan Gason (47), warga Pemangku Nakhis Pekon Hujung, yang melintas di jalur itu sekitar pukul 09. 00 Wib ,saat hendak mendaki gunung.
Menurut hasil visum yang dilakukan tim medis di RSUD Alimuddin Umar (RSUDAU) diketuai dr. Agnesi Zahra Fadhilah, dugaan sementara mayat berjenis kelamin laki-laki, usia sekitar 30 tahun,.
Mayat anonim tersebut pertama kali ditemukan Gason (47), warga Pemangku Nakhis Pekon Hujung, yang melintas di jalur itu sekitar pukul 09. 00 Wib ,saat hendak mendaki gunung.
Menurut hasil visum yang dilakukan tim medis di RSUD Alimuddin Umar (RSUDAU) diketuai dr. Agnesi Zahra Fadhilah, dugaan sementara mayat berjenis kelamin laki-laki, usia sekitar 30 tahun,.
Diperkirakan sudah lebih dari 24 jam meninggal. Hal itu terlihat dari adanya belatung dengan ukuran 1,5 cm yang secara medis itu sudah cukup membuktikan.
“Melihat dari kondisi luka yang cukup rapi, besar kemungkinan diakibatkan benda tajam, bukan karena binatang buas,” kata dokter Agnesi, Rabu (14/12/2016).
Untuk mendapatkan hasil visum lebih lanjut, dirinya menganjurkan agar dilakukan visum di RSUDAM Bandar Lampung.
Terpisah, Kasat Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lambar AKP Firmansyah mendampingi Kapolres AKBP Andy Kemala, melalui Paur Identifikasi Bripka Hermanto mengungkapkan, sesaat setelah menerima laporan, pihaknya bersama Tim Opsnal beserta tim dari Unit Reskrim Polsek Belalau, menuju lokasi penemuan mayat anonim tersebut untuk melakukan olah TKP.
“Saat ditemukan, mayat tanpa identitas tersebut tersangkut pada pohon yang melintang di sungai, kemudian setelah dilakukan identifikasi di TKP, mayat tersebut dibawa menuju RSUD Alimuddin Umar untuk dilakukan visum et repertum oleh petugas medis, guna mengungkap penyebab kematian mayat yang belum diketahui jenis kelaminnya itu,” terangnya.
Sedangkan untuk pengambilan sidik jari guna mengungkap identitas, kata Hermanto, tidak memungkinkan lagi, karenakondisi mayat yang ditemukan di dalam hutan lindung (HL) tersebut hanya bagian tangan, kaki dan sebagian perut.
“Melihat dari kondisi luka yang cukup rapi, besar kemungkinan diakibatkan benda tajam, bukan karena binatang buas,” kata dokter Agnesi, Rabu (14/12/2016).
Untuk mendapatkan hasil visum lebih lanjut, dirinya menganjurkan agar dilakukan visum di RSUDAM Bandar Lampung.
Terpisah, Kasat Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lambar AKP Firmansyah mendampingi Kapolres AKBP Andy Kemala, melalui Paur Identifikasi Bripka Hermanto mengungkapkan, sesaat setelah menerima laporan, pihaknya bersama Tim Opsnal beserta tim dari Unit Reskrim Polsek Belalau, menuju lokasi penemuan mayat anonim tersebut untuk melakukan olah TKP.
“Saat ditemukan, mayat tanpa identitas tersebut tersangkut pada pohon yang melintang di sungai, kemudian setelah dilakukan identifikasi di TKP, mayat tersebut dibawa menuju RSUD Alimuddin Umar untuk dilakukan visum et repertum oleh petugas medis, guna mengungkap penyebab kematian mayat yang belum diketahui jenis kelaminnya itu,” terangnya.
Sedangkan untuk pengambilan sidik jari guna mengungkap identitas, kata Hermanto, tidak memungkinkan lagi, karenakondisi mayat yang ditemukan di dalam hutan lindung (HL) tersebut hanya bagian tangan, kaki dan sebagian perut.
Sedangkan bagian kepala, dada dan sebagian tangan sudah tidak ada. Diperkirakan telah tewas sekitar dua minggu lalu.
“Untuk mengungkap identitas mayat tersebut, harus dilakukan test deoxyribonucleic acid (DNA), yang akan memanfatkan tulang panjang yang ditemukan,” jelasnya.
Untuk sementara, mayat tersebut akan dititipkan di ruang penyimpanan mayat RSUD Alimuddin Umar, yang juga siap memberikan informasi terkait mayat tersebut.
”Dugaan sementara mayat tersebut meninggal akibat kecelakaan, hal tersebut didukung lokasi penemuan yang merupakan sungai dengan tebing yang sangat curam, dan sering banjir” kata Hermanto. (jul)
“Untuk mengungkap identitas mayat tersebut, harus dilakukan test deoxyribonucleic acid (DNA), yang akan memanfatkan tulang panjang yang ditemukan,” jelasnya.
Untuk sementara, mayat tersebut akan dititipkan di ruang penyimpanan mayat RSUD Alimuddin Umar, yang juga siap memberikan informasi terkait mayat tersebut.
”Dugaan sementara mayat tersebut meninggal akibat kecelakaan, hal tersebut didukung lokasi penemuan yang merupakan sungai dengan tebing yang sangat curam, dan sering banjir” kata Hermanto. (jul)
