Notification

×

Jokowi Kaitkan Aksi Bela Agama 411 dan 212 dengan Politik

12 December 2016 | 01:32 WIB Last Updated 2016-12-11T18:34:27Z
(foto: detik)

LAMPUNG ONLINE - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut aksi ummat Muslim di Indonesia membela agama Islam, terkait penistaan agama yang dilakukan oleh tersangka Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, adalah politik.

Padahal, dua aksi yang digelar pada Jumat, 4 November (411) dan Jumat, 2 Desember (212) dan disebut dengan Aksi Bela Islam jilid II dan III itu murni gerakan umat Islam yang murka terhadap pelecehan terhadap isi Al Quran, Surat Al Maidah ayat 51 tentang kewajiban Muslim memilih pemimpin yang satu akidah.

Hal itu diungkapkan Jokowi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad di GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (11/12/2016). 

Jokowi menjelaskan tentang keadaan perekonomian dan situasi politik di Indonesia.

"Sisi politik juga dapat dikatakan relatif sangat stabil, sangat adem ayem, sangat dingin, tapi agak panas karena 411 dan 212. Tapi Alhamdulillah, meskipun sedikit menghangat tapi tidak sampai pada kondisi yang panas," ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjut Jokowi, dapat kembali normal dengan segera.

"Kita Indonesia Alhamdulillah masih diberkahi, diberikan karunia, pertumbuhan ekonomi yang masih di atas 5 persen, ini patut kita syukuri," kata Jokowi, seperti dikutip dari Detik.

Jokowi mengatakan, masyarakat sepatutnya bersyukur dengan kondisi Indonesia saat ini, yang dari sejumlah aspek dinilai stabil. 

Jokowi membandingkan situasi yang terjadi di dunia saat ini, khususnya di wilayah Eropa serta Timur Tengah dengan Indonesia.

"Coba kita lihat hampir semua kawasan saat ini mengalami kegoncangan politik dan ekonomi, contohnya Uni Eropa ekonominya guncang semuanya pada posisi yang sangat berat. Di kawasan Timur Tengah sama, karena harga minyak jatuh dari dulu USD 107, sekarang dibawah USD 50, tak hanya ekonomi tapi juga guncangan politik," ujar Jokowi, .

Sementara di Indonesia, dikatakan Jokowi, pertumbuhan angka ekonomi mencapai 5 persen dan mengalami kondisi stabil. Kendati demikian, Jokowi sempat menyinggung bahwa situasi sempat menghangat saat aksi 411 dan 212. (*)