![]() |
| Anggota Komisi II DPRD Metro Alizar (ist) |
METRO - Warga kota Metro belum sepenuhnya menerapkan gaya hidup bersih dan sehat. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya warga di Kelurahan Karangrejo Metro Utara yang menggunakan jamban (kakus) cemplung untuk membuang air besar.
Salah seorang warga RT 01, Rw 01 Kasiem menuturkan, dirinya tidak mampu membuat WC sehat lantaran terbentur biaya.
Kasiem mengaku, dirinya pernah didata oleh petugas Pemkot untuk mengikuti program dari Dinas Kesehatan guna mendapatkan bantuan berupa WC dan sumur sehat.
Namun , hingga kini program atau bantuan dari Pemkot Metro tidak kunjung datang.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kariyah yang masih bertetangga dengan Kasiem, Ia menggunakan WC cemplung sudah sejak lama dan hal ini tidak mengganggu kesehatanya maupun keluarganya.
Kariyah mengaku dirinya tidak mampu membuat WC yang layak dan sehat lantaran terbentur biaya, pasalnya dirinya hanya berpenghasilan pas-pasan hasil dari memulung barang bekas.
“Kami ya pengen punya WC yang sehat pak, tapi gimana lagi kami tidak punya biaya untuk membuatnya sementara penghasilan kami cuma pas-pasan buat makan,” jelasnya, Senin (5/12/2016) .
Menanggapi hal ini, anggota Komisi II DPRD Metro Alizar mengatakan, pihaknya mendorong Pemkot Metro melalui Dinas Kesehatan untuk segera turun ke lapangan dan melakukan pendataan terhadap masyarakat yang masih menggunakan WC cemplung.
“Sangat ironis warga dikota Metro masih ada yang menggunakan WC cemplung, ini harus segera diatasai agar warga dapat menggunakan WC yang lebih sehat sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan pada warga sekitarnya,” kata Jinggo.
Menurut Alizar, Pemkot Metro dapat menyiasati hal ini dengan menambah anggaran program bedah rumah untuk warga kurang mampu. Selain untuk pembangunan rumah juga dialokasikan angaran untuk pembuatan WC sehat.
“Pemkot dapat mengajukan anggaran pada APBD perubahan , untuk anggaran program bedah rumah. Jadi anggaran bisa ditambah untuk pengadaan WC sehat bagi warga tidak mampu,” jelas dia. (arf)
