![]() |
| (ilustrasi/ist) |
LAMPUNG ONLINE - Setelah Donald Trump terpilih menjadi presiden Amerika Serikat (AS) ke 45, nasib umat muslim di negeri Paman Sam tersebut kian terancam.
Diketahui, saat kampanye lalu, Trump menyatakan melarang muslim masuk ke Amerika Serikat. Padahal, Indonesia yang mayoritas muslim terbesar di dunia, tak pernah sekalipun melarang non-muslim masuk di negara ini.
Seperti yang terjadi pada Mariah Teli (24), seorang guru SMA di Dacula, Georgia, Amerika Serikat, yang mendapatkan surat ancaman pada Jumat (11/11/2016) lalu.
Muslimah ini dikecam lantaran mengenakan hijab.
“Kerudungmu tidak boleh lagi dipakai di Amerika. Kenapa kamu tidak mengalungkan kerudung itu di kepalamu dan kemudian gantung diri? Ikat kerudung itu di lehermu, bukan menutupi kepalamu,” demikian isi surat tersebut, seperti dilansir The Sun dan Republika, Minggu (13/11).
Ia pertama kali mendapatkan surat itu tergeletak di kelas tempatnya mengajar. Tidak ada siapa pun di sana saat itu. Surat itu tampak dibuat dengan tulisan tangan dan tanpa nama pengirim.
“Saya seorang guru SMA, dan sedih sekali menemukan surat tanpa nama ini di dalam kelas tempat saya mengajar hari ini,” tulis Mariah Teli pada laman Facebook-nya.
“Saya ingin membagikan hal ini untuk meminta perhatian kita semua tentang kenyataan dan situasi masyarakat kita. Menyebarkan kebencian bukanlah jalan untuk ‘Membuat Amerika Jaya Kembali'," tambahnya, dengan mengutip semboyan Donald Trump.
Teli lahir dan besar di California. Dia mengajar bahasa dan seni di SMA Dacula. Pihak sekolah tempatnya bekerja sudah memulai penyelidikan atas kasus ini. (*)
“Kerudungmu tidak boleh lagi dipakai di Amerika. Kenapa kamu tidak mengalungkan kerudung itu di kepalamu dan kemudian gantung diri? Ikat kerudung itu di lehermu, bukan menutupi kepalamu,” demikian isi surat tersebut, seperti dilansir The Sun dan Republika, Minggu (13/11).
Ia pertama kali mendapatkan surat itu tergeletak di kelas tempatnya mengajar. Tidak ada siapa pun di sana saat itu. Surat itu tampak dibuat dengan tulisan tangan dan tanpa nama pengirim.
“Saya seorang guru SMA, dan sedih sekali menemukan surat tanpa nama ini di dalam kelas tempat saya mengajar hari ini,” tulis Mariah Teli pada laman Facebook-nya.
“Saya ingin membagikan hal ini untuk meminta perhatian kita semua tentang kenyataan dan situasi masyarakat kita. Menyebarkan kebencian bukanlah jalan untuk ‘Membuat Amerika Jaya Kembali'," tambahnya, dengan mengutip semboyan Donald Trump.
Teli lahir dan besar di California. Dia mengajar bahasa dan seni di SMA Dacula. Pihak sekolah tempatnya bekerja sudah memulai penyelidikan atas kasus ini. (*)
