Notification

×

Pelindo II-Pemda di Lampung Tarik Menarik Pengelolaan Pelabuhan Panjang, Ini Saran Menhub

21 November 2016 | 12:41 WIB Last Updated 2016-11-21T05:41:57Z
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Pelabuhan Panjang, Lampung, Minggu (20/11/2016). | ist

LAMPUNG -
Setelah meninjau Bandara Raden Inten II (Branti) di Lampung Selatan, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau Pelabuhan Panjang di Bandar Lampung pada Minggu (20/11/2016).

Pelabuhan Panjang merupakan pelabuhan internasional yang terletak di Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Pelabuhan ini adalah salah satu pelabuhan besar di Indonesia dan terbesar di Sumatera.

"Pelabuhan Panjang ini menjadi salah satu pelabuhan pengeskpor hasil bumi terbesar di Indonesia," ujar Menhub Budi. 

Terkait pengembangan pelabuhan, menurutnya, selama ini ada tarik-menarik antara pengelola pelabuhan Pelindo II dengan pemerintah daerah (pemda).

Budi menyarankan agar Pelindo membuat anak perusahaan yang bekerja sama dengan pemda, agar pemda setempat tetap mendapat pemasukan dari pelabuhan.

“Selama ini ada tarik-menarik dengan pemda. Tidak boleh dikembangkan, karena ingin mendapatkan pendapatan asli daerah dari situ. Saya sarankan bikin saja anak usaha Pelindo bersama pemda, sehingga tetap mendapatkan pemasukan,” ujarnya, seperti dalam siaran pers Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Minggu, seperti dilansir Beritasatu.

Hal lain yang diungkapkan Menhub Budi dalam tinjauannya, yaitu terkait pembukaan rute roro dari Lampung ke Jakarta (Pelabuhan Tanjung Priok) untuk mengurangi beban jalan dari Merak ke Jakarta melalui jalur darat yang sudah padat.

“Kapal roro itu kan memuat truk-truk. Kita tahu dari Merak sampai Jakarta padatnya setengah mati dan itu sebagian truknya dari Sumatera. Kita akan buat dari Lampung, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Bali. Ini bagus sekali karena akan banyak bahan baku di sini kita kirim ke daerah lain. Tinggal arus baliknya,” ujarnya. (*)