Notification

×

Menag di Lampung: Islam Moderat Bertauhid dan Toleran

02 November 2016 | 02:28 WIB Last Updated 2016-11-03T19:28:22Z
(foto: istimewa)

LAMPUNG - Islam moderat adalah Islam yang tetap menjalankan tauhid, namun dalam praktiknya tetap toleran. 

Bahkan, Islam yang moderat pun harus mampu hidup berdampingan dengan damai dengan umat lainnya, tidak hanya di Indonesia namun juga belahan dunia.

Hal itu dikatakan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, saat membuka Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-16 Tahun 2016 di  Bandar Lampung, Selasa (1/11/2016) malam

"Islam yang moderat mempertahankan ketauhidan, namun tetap toleransi. Karena Indonesia begitu heterogen, beragam suku, agama dan budaya," kata Lukman.

Menurut dia, terselenggaranya AICIS di Lampung, salah satu untuk memperlihatkan kontribusi Islam bagi peradaban dunia. Sehingga Islam dapat menampilkan entitasnya pada peradaban global.

Menag mengajak, forum untuk merumuskan nilai-nilai Islam yang berkembang di nusantara. 

Adapun tiga ciri nilai Islam yang berkembang di Indonesia, yang membedakan nilai Islam yang berkembang di negara lain yakni: pertama, nilai Islam moderat, nilai Islam yang toleran, tawazun (keseimbangan). 

Kedua, nilai Islam yang mempertahankan tradisi. Ketiga, nilai Islam yang nasionalis, Islam yang ber-Indonesia. 

"Dari kajian nilai Islam Indonesia, selanjutnya akan menjadi acuan untuk menjawab tantangan peradaban Islam dunia," katanya.

AICIS diikuti seluruh perguruan tinggi Islam di Indonesia, dan puluhan pembicara dari dalam dan luar negeri. Kegiatan AICIS dipusatkan seluruhnya di kampus IAIN Raden Intan hingga berakhir pada Jumat (4/11), seperti dilansir Republika.

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo  mengatakan senang menjadi tuan rumah sebuah perhelatan besar seperti AICIS. 

Apalagi  pertemuan ini yakni dalam rangka  mengusung dan mempromosikan kontribusi Islam Indonesia bagi peradaban dunia.

"Momentum yang sangat tepat dalam mengusung tema besar kontribusi Islam Indonesia dalam membangun peradaban dunia," katanya.

Gubernur dalam forum AICIS juga memperkenalkan sejumlah destinasi unggulan pariwisata Provinsi Lampung.  

Para utusan, dubes, peserta AICIS dapat mengunjungi wisata Lampung sekaligus melihat langsung bagaimana tolerensi kehidupan beragama dalam masyarakat Lampung. (*)