Notification

×

Kaitkan Aksi 2 Desember dengan Makar, Pemerintah sedang Panik

22 November 2016 | 01:19 WIB Last Updated 2016-11-21T18:19:44Z
Joko Widodo (Jokowi). | ist

LAMPUNG ONLINE - Soal respons aparat yang mengaitkan rencana aksi demonstrasi 2 Desember mendatang dengan upaya makar, dinilai sangat prematur.  

Sikap tersebut menujukkan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sedang panik dan berupaya meredam rencana aksi tersebut.

Pengamat hukum dari Universitas Indonesia (UI) Andri W Kusuma mengatakan, Indonesia sebagai demokrasi, aparat keamanan harusnya dewasa menyikapi rencana aksi demonstrasi besar-besaran. 

Sikap aparat menyikapi aksi demonstrasi dengan mengaitkan makar, semakin menunjukkan aparat keamanan tidak siap dalam mengantisipasi aksi demonstrasi itu.

"Apalagi  Kapolri terpaksa harus road show ke beberapa pihak dan lain-lain," ujar Andri kepada wartawan, Senin (21/11/2016).

Dia juga mengkritik kinerja Badan Intelijen Negara (BIN) kurang maksimal dalam menghadapi rencana aksi demonstrasi masyarakat, yang menuntut keadilan dalam proses hukum dugaan penistaan agama, seperti dilansir Sindonews

Menurutnya, BIN jangan hanya fokus pada persoalan terorisme saja.

"Sehingga ke depannya negara tidak perlu panik dan gamang dalam menghadapi dan mengantisipasi masalah-masalah kemungkinan terjadi. Utamanya dalam menghadapi aksi 2 Desember agar tidak menimbukan rasa takut di tengah masyarakat seperti saat ini," ucapnya.

Rencana aksi demonstrasi jutaan masyarakat 2 Desember mendatang karena merasa kecewa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok belum ditahan. Bareskrim Mabes Polri sudah menyatakan Ahok sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama. (*)