![]() |
| Sjahroedin ZP (ist) |
LAMPUNG ONLINE - Mantan Gubernur Lampung dua periode Sjahroedin ZP diajukan Presiden Jokowi sebagai duta besar (Dubes) di Zagreb, ibu kota Kroasia yang terletak di Eropa Timur.
Pengajuan Oedin, sapaan akrab Sjachroedin ZP, yang juga ketua PDIP Lampung itu bersamaan dengan 22 nama calon duta besar lainnya kepada DPR RI.
Zagreb terletak di antara lereng Gunung Medvednica dan Sungai Sava, dengan ketinggian 120 m di atas permukaan laut, memiliki penduduk sebanyak 973.667 jiwa.
Selain Sjahroedin, ada sejumlah nama yang sudah dikenal luas oleh publik seperti Mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Tantowi Yahya hingga pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Ikrar Nusa Bhakti.
Yuddy akan bertugas di Kiev, Ukranina, sementara Tantowi di Wellington, Selandia Baru dan Ikrar di Tunis, Tunisia.
Ada juga nama dari mereka yang selama ini berkecimpung di Istana, seperti Kepala Sekretariat Presiden Darmansyah Djumala (WIna, Austria) dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rusdi Kirana (Kuala Lumpur, Malaysia).
Daftar nama 23 dubes tersebut tersebar melalui pesan singkat di kalangan wartawan sejak semalam.
Anggota Komisi I DPR Charles Honoris membenarkan saatKompas.com menunjukkan list yang beredar tersebut.
"List tersebut memang sudah diserahkan ke DPR," kata Charles saat dikonfirmasi, Sabtu (26/11/2016).
Selanjutnya, kata Charles, Komisi I DPR akan segera menjadwalkan uji kepatutan dan kelayakan untuk ke 23 calon dubes yang dipilih oleh Jokowi.
Namun keputusan Komisi I hanya sekadar memberi pertimbangan kepada Jokowi. Jokowi bisa mengikuti pertimbangan Komisi I atau tidak.
Selain Sjahroedin, ada sejumlah nama yang sudah dikenal luas oleh publik seperti Mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Tantowi Yahya hingga pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Ikrar Nusa Bhakti.
Yuddy akan bertugas di Kiev, Ukranina, sementara Tantowi di Wellington, Selandia Baru dan Ikrar di Tunis, Tunisia.
Ada juga nama dari mereka yang selama ini berkecimpung di Istana, seperti Kepala Sekretariat Presiden Darmansyah Djumala (WIna, Austria) dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rusdi Kirana (Kuala Lumpur, Malaysia).
Daftar nama 23 dubes tersebut tersebar melalui pesan singkat di kalangan wartawan sejak semalam.
Anggota Komisi I DPR Charles Honoris membenarkan saatKompas.com menunjukkan list yang beredar tersebut.
"List tersebut memang sudah diserahkan ke DPR," kata Charles saat dikonfirmasi, Sabtu (26/11/2016).
Selanjutnya, kata Charles, Komisi I DPR akan segera menjadwalkan uji kepatutan dan kelayakan untuk ke 23 calon dubes yang dipilih oleh Jokowi.
Namun keputusan Komisi I hanya sekadar memberi pertimbangan kepada Jokowi. Jokowi bisa mengikuti pertimbangan Komisi I atau tidak.
"Sifatnya bukan persetujuan," ucap Charles.
Berikut 23 nama calon dubes Indonesia yang diajukan ke DPR berdasarkan informasi yang diterima, seperti dilansir Kompas:
1. Tokyo: Arifin Tasrif
2. Athena: Ferry Adamhar
3. Bogota: Priyo Iswanto
4. Canberra: Kristiarto Legowo
5. Dili: Sahat Sitorus
6. Jenewa: Hasan Kleib
7. Kabul: Mayjen Dr. Ir. Arief Rachman
8. Kolombo: Ngurah Ardiyasa
9. Kiev: Prof Dr Yuddy Chrisnandi
10. Manama: Nur Syahrir Rahardjo
11. Roma: Esti Andayani
12. Seoul: Umar Hadi
13. Wina: Darmansjah Djumala
14. New Delhi: Arto Suryo-di-puro
15. Dhaka: Rina Soemarno
16. Amman: Andy Rachmianto
17. Bratislava: Wieke Adiwoso
18. Dar Es Salam: Prof. Radar Pardede
19. Wellington: Tantowi Yahya
20. Zagreb: Komjen (pol) Sjahroedin21. Astana: Rachmat Pramono
22. Tunis: Ikrar Nusa Bhakti
23. Kuala Lumpur: Rusdi Kirana (*)
Berikut 23 nama calon dubes Indonesia yang diajukan ke DPR berdasarkan informasi yang diterima, seperti dilansir Kompas:
1. Tokyo: Arifin Tasrif
2. Athena: Ferry Adamhar
3. Bogota: Priyo Iswanto
4. Canberra: Kristiarto Legowo
5. Dili: Sahat Sitorus
6. Jenewa: Hasan Kleib
7. Kabul: Mayjen Dr. Ir. Arief Rachman
8. Kolombo: Ngurah Ardiyasa
9. Kiev: Prof Dr Yuddy Chrisnandi
10. Manama: Nur Syahrir Rahardjo
11. Roma: Esti Andayani
12. Seoul: Umar Hadi
13. Wina: Darmansjah Djumala
14. New Delhi: Arto Suryo-di-puro
15. Dhaka: Rina Soemarno
16. Amman: Andy Rachmianto
17. Bratislava: Wieke Adiwoso
18. Dar Es Salam: Prof. Radar Pardede
19. Wellington: Tantowi Yahya
20. Zagreb: Komjen (pol) Sjahroedin21. Astana: Rachmat Pramono
22. Tunis: Ikrar Nusa Bhakti
23. Kuala Lumpur: Rusdi Kirana (*)
