![]() |
| (foto: istimewa) |
LAMPUNG – Satu dari empat pelaku begal motor yang kerap beraksi di Kota Bandar Lampung, Agum Wahyu (22), tewas diterjang timah panas Tim Tekab 308 Polresta Bandar Lampung ketika hendak ditangkap.
Modus komplotan ini beraksi dengan menggunakan dua motor berboncengan, yang sasarannya para pengendara motor serta rumah kosong.
"Saat akan ditangkap pelaku berusaha melawan hingga terjadi baku tembak," kata Kapolresta Bandar Lampung, AKBP Murbani Pitono, Sabtu (19/11/2016).
Penangkapan pelaku berawal dari informasi kepada tim Tekab 308 tentang keberadaan komplotan begal yang berjumlah empat orang.
Penangkapan pelaku berawal dari informasi kepada tim Tekab 308 tentang keberadaan komplotan begal yang berjumlah empat orang.
Tepat di Jalan Way Sekampung, Kelurahan Pahoman, Tim Tekab 308 melakukan penyergapan, tapi komplotan yang berjumlah empat orang ini melakukan perlawanan.
"Pelaku melakukan perlawanan hingga terjadi baku tembak dengan petugas, satu dari empat tersangka tertembak timah panas petugas pada bagian badannya," jelas Murbani, seperti dilansir Okezone.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Deden Heksa Putra menambahkan, tiga tersangka berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor ketika hendak akan ditangkap.
"Pelaku sempat membuang tembakan ke arah petugas sebanyak dua kali, hingga terjadi baku tembak dengan petugas," ujar dia.
Pelaku yang tertembak di bagian dadanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek, tapi nyawanya tidak tertolong lagi.
"Pelaku melakukan perlawanan hingga terjadi baku tembak dengan petugas, satu dari empat tersangka tertembak timah panas petugas pada bagian badannya," jelas Murbani, seperti dilansir Okezone.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Deden Heksa Putra menambahkan, tiga tersangka berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor ketika hendak akan ditangkap.
"Pelaku sempat membuang tembakan ke arah petugas sebanyak dua kali, hingga terjadi baku tembak dengan petugas," ujar dia.
Pelaku yang tertembak di bagian dadanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek, tapi nyawanya tidak tertolong lagi.
Petugas saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap tiga pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri saat akan ditangkap.
Barang bukti yang berhasil diamankan yakni satu motor yang kuncinya telah rusak, satu senjata api rakitan jenis revolver, empat amunisi, dua buah senjata tajam, satu kunci leter T beserta tiga mata kuncinya.
Modus komplotan ini, selalu beraksi menggunakan dua motor yang sasarannya para pengendara serta rumah kosong.
Barang bukti yang berhasil diamankan yakni satu motor yang kuncinya telah rusak, satu senjata api rakitan jenis revolver, empat amunisi, dua buah senjata tajam, satu kunci leter T beserta tiga mata kuncinya.
Modus komplotan ini, selalu beraksi menggunakan dua motor yang sasarannya para pengendara serta rumah kosong.
"Saat ditangkap komplotan sedang mengintai rumah kosong dan pelaku sempat memanjat pagar rumah tersebut, ketika itulah tim Tekab 308 melakukan penyergapan," terang Deden. (*)
