Notification

×

Polda Lampung: Lokasi Bentrok Warga-Pamswakarsa Sudah Kondusif

01 October 2016 | 23:37 WIB Last Updated 2016-10-01T16:37:00Z
Polisi berjaga di lokasi unjuk rasa warga di PT BNIL beberapa waktu lalu. (ist)

LAMPUNG – Kondisi lokasi pascabentrok warga yang demo dengan personel pamswakarsa PT Bangun Nusa Indah Lampung (BNIL) Tulangbawang, sudah kondusif, Sabtu (1/10/2016) malam. Polisi masih memblokade warga dan pos Pamswakarsa.

“Kondisi sudah kondusif. Imbauan kepada masyarakat yang demo di PT BNIL jangan terprovokasi pihak luar, selain korlap (koordinator lapangan),” kata Kepala Bidang Humas Polda Lampung AKBP Sulisyaningsih, Sabtu malam.

Pascabentrok, Polres Tulangbawang mengerahkan 402 personel, anggota brimob dua kompi untuk pengamanan. 

Sementara Sabhara Polda Lampung menerjunkan dua pleton, Polres Mesuji dua pleton, dan Polres Lampung Tengah satu pleton.

Aparat berjaga di lokasi bentrok di Kampung Agung Jaya dan Kampung Bujung Agung, Kabupaten Tulangbawang, Lampung. Polisi memblokade blok 7 dan 8 areal perkebunan sawit milik PT BNIL, agar tidak terjadi aksi serangan susulan.

Suparmo, warga yang berada di perkebunan PT BNIL, menyatakan bentrok terjadi tatkala anggota pamswakarsa mendatangi tenda-tenda warga yang berdemo di tengah kebun sawit. 

Kedatangan anggota pamswakarsa menjadi keresahan warga.

“Warga berkumpul dan menyerang mereka (pamswakarsa), terjadilah bentrok. Tenda-tenda dirusak, dan motor dibakar,” jelas dia, seperti dilansir Republika.

Sebanyak 400 lebih personel polisi menjaga ketat lokasi tempat terjadinya bentrok antara warga dan anggota Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa di wilayah PT Bangun Nusa Indah Lampung. 

Belasan kendaraan roda dua terbakar dalam peristiwa ini, namun tidak ada korban jiwa. 

Bentrok fisik terjadi di Kampung Agung Jaya dan Kampung Bujung Agung, yang berada di Blok 7 dan 8, masih dalam areal perkebunan sawit milik PT BNIL. 

Kejadian bentrok bermula, beberapa anggota Pawswakarsa mendatangi tenda warga yang telah lama menguasai perkebunan PT BNIL.

Kehadiran anggota Pamswakarsa dicurigai warga yang melakukan aksi demo dengan mendiami perkebunan PT BNIL dengan tenda-tenda. 

Warga berkumpul dan menyerang anggota Pamswakarsa tersebut. Beberapa tenda warga rusak, dan sepeda motor milik Pamswakarsa dirusak dan dibakar. (*)