Notification

×

Baru Terkumpul Rp 20 Ribu, Warga Lampung Ingin Bangun Rumah

28 October 2016 | 21:11 WIB Last Updated 2016-10-28T14:11:02Z
Beginilah suasana rumah Sasmita Padena Harahap yang berdinding bambu. (www.kitabisa.com)

LAMPUNG ONLINE - Adalah Sasmita Padena Harahap. Kendati usianya masih 22 tahun, namun cita-citanya sangat mulia. Ia bermimpi mempunyai rumah yang layak huni buat dirinya, adiknya dan orang tuanya.

"Saya anak pertama dari tiga bersaudara. Kami sekeluarga tinggal di Jalan Tanjung Raya, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan."

"Perekonomian keluarga kami bisa terbilang dari keluarga kurang berada. Itulah sebabnya keadaan rumah kami yang masih sangat sederhana," tulis Sasmita di www.kitabisa.com, seperti dilansir Wartakota, Kamis (27/10/2016).

Menurutnya, ia tinggal di rumah yang dibilang belum terlalu layak ditempati, lantaran rumahnya berdinding bambu yang terbilang mudah sekali rusak dan berlubang-lubang.

"Rencana dari penggunaan dana yang terkumpul akan saya belikan bahan-bahan bangunan seperti bata, semen, batu, dan lain sebagainya. Kemudian biaya pembangunan mulai dari awal sampai selesai," tulisnya.

"Yang saya harapkan yaitu mimpi saya ini dapat terwujud, karena bukan hanya saya yang mengharapkan rumah layak, tetapi orang tua dan adik saya. Semoga donatur dapat tergerak untuk memberikan donasinya kepada saya."

Sampai saat ini dana yang masuk baru mencapai Rp 20.136. Padahal sesuai target donasi yang diinginkan sekitar Rp 100 juta. Masih ada waktu di www.kitabisa.com sekitar 325 hari lagi.

Berikut penuturan lengkap Sasmita Padena Harahap di www.kitabisa.com:

Kemudian karna bahan yang terbuat dari bambu yang diayam maka jarak antar anyaman tidak memiliki kerapatan yang baik, sehingga terdapat lubang-lubang kecil.

Lubang-lubang kecil tersebut sangatlah mengganggu saya karena siapa saja dapat melihat aktivitas dari dalam rumah terlihat dari luar rumah.

Akibatnya aktivitas dari dalam rumah seringkali dilihat oleh orang 'iseng' yang memang bisa dibilang jahil kapada keluarga kami.

Karena hal tersebutlah maka kami memasang kain seadanya untuk menutupi sebagian dari dinding bambu tersebut, agar tidak begitu nampak dari luar rumah kami.

Akan tetapi karena kurangnya bahan yang begitu baik terlihat begitu acak-acakan.

Rumah kami terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 ruang tamu bercampur dengan ruang keluarga, dan dapur.

Kurang lebih kami sudah 5 tahun tinggal rumah seperti ini, karena sebelumnya kami biasa mengontrak rumah yang selalu berpindah-pindah dari tempat 1 ketempat lainnya.

Bisa dibayangkan betapa repotnya jika selalu berpindah-pindah tempat mulai dari menyusun barang-barang dan lain sebagainya sampai harus selalu beradaptasi dengan lingkungan baru yang kami tempati.

Karena kami pikir 'repot" dan selalu terbayang akan biaya kontrakan tiap tahunnya yang harus dibayar, maka kami putuskan untuk memiliki rumah yang sangat sederhana.

Saya berharap melalui situs Kitabisa.com ini semoga menjadi jembatan antara donatur yang ingin menyumbangkan dananya kepada kami.

Saya ingin sekali membahagiakan orang tua saya terutama ibu saya dengan merenovasi rumah kami lebih layak lagi untuk kami tempati.

Jika dana sudah terkumpul maka saya akan secepatnya untuk merenovasi rumah kami, akan saya pakai untuk membeli bahan bangunan seperti bata, batu, Semen, Pasir, dan bahan bangunan lainnya serta biaya untuk pembangunan rumah kami.

Alhamdulilah jika tanah sudah milik sendiri, sehingga insya Allah renovasi rumah akan dilaksanakan tetap disini, di desa ini.

Bantuan Anda sangatlah berarti bagi saya.

Rasulullah (S.A.W.) bersabda "Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya." (HR. Ahmad)

Terima Kasih. Kalian dapat menghubungi melalui hp (08978965170/082179931722)
email (Sasmita.padena@gmail.com) Pin (5A0136A3).
(*)