![]() |
| Teater Satu Lampung Memukau Publik Jepang (foto: dok teater satu) |
LAMPUNG ONLINE - Teater Satu dari Provinsi Lampung tampil membawakan lakon 'Kursi-Kursi' karya Eugene Ionesco, dalam ajang Asian Theatre Directors’ Festival, di The Rock Theatre, Toga, Jepang 31 Agustus 2016.
Lakon
yang disutradarai Iswadi Pratama berdasarkan terjemahan Yudiaryani itu
berhasil memukau khalayak yang bergabung dalam Scot Summer Season ke 41
di Jepang tahun ini, seperti dilansir laman Grazia, Jumat (9/9/2016).
Asian
Theatre Directors’ Festival merupakan sebuah acara yang mengundang
beberapa sutradara muda di Asia untuk menampilkan naskah yang sama.
Musim
panas ini, sutradara terpilih dari Taiwan, Jepang, Cina, Korea serta
Indonesia diharuskan menggarap Kursi Kursi karya Eugene Ionesco.
Naskah
bergenre absurd ini dimainkan oleh 9 aktor: Imas Sobariah, Ahmad
Jusmar, Baysa Deni, Vita Oktaviana, Budi Laksana, Yeli Shinta Laras
Utami, Gandi Maulana, Desi Susanti. Mereka masing-masing memerankan
pasangan lelaki dan perempuan tua yang terbagi dalam 4 fragmen, serta
Rarai Masae memerankan Juru Cerita.
Pada
penutupan Asian Theatre Directors’ Festival pada awal September silam,
semua sutradara yang berpartisipasi menerima sertifikat dan hadiah
sebesar ¥500,000. Direktur Artistik Teater Satu, Iswadi Pratama menerima
penghargaan tersebut.
Teater
Satu merupakan komunitas teater dari Bandar Lampung yang didirikan oleh
seniman Iswadi Pratama dan isterinya Imas Sobariah pada tahun 1996
sebagai gerakan yang peduli terhadap peran organisasi seni dalam
mendukung perubahan sosial. Komunitas ini telah tampil di berbagai
festival lokal dan internasional.
Selain
mengadakan pertunjukan teater, Teater Satu juga menyelenggarakan
pelatihan dan workshop untuk organisasi seni di Indonesia dalam berbagai
macam bidang seperti akting, penyutradaraan, manajemen, serta
jurnalisme.
Mayoritas
dari anggota Teater Satu tidak memiliki pengalaman dalam akting ketika
bergabung dalam komunitas tersebut, dan saat ini memiliki profesi di
bidang seni dan non seni sebagai penata cahaya, aktor, manajer panggung,
serta guru. (*)
