![]() |
| (ilustrasi/ist) |
BANDAR LAMPUNG - Rizki Hamid (34), jamaah calon haji asal Bandar Lampung, Provinsi Lampung, batal menunaikan ibadah haji di hari keberangkatan, karena satu paru-parunya tidak berfungsi.
Riwayat sakit paru-paru yang diderita Rizki ini baru diketahui saat ia masuk ke asrama haji Lampung. Saat diperiksa tim dokter, ia dinyatakan menderita sakit paru-paru.
Satiana (32) istri Rizki mengatakan, suaminya pun kemudian dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) untuk menjalani perawatan.
"Harapannya bisa sembuh dan bisa berangkat hari ini ke Jakarta," kata Satiana, Rabu (31/8/2016).
Namun setelah satu hari dirawat, ternyata jamaag kloter 34 itu tidak juga membaik. Bahkan saat hendak kembali ke Asrama Haji Lampung, Rizki mengalami sesak napas. Rizki pun akhirnya dibawa kembali ke RSAM untuk dirawat. Sedangkan Satiana memutuskan untuk tetap berangkat ke Jakarta bersama rombongan kloter.
Humas RSAM Ahmad Sapri mengatakan, satu paru-paru pasien tidak berfungsi. Pasien ditetapkan harus menjalani rawat inap.
"Dirawat di ruang Betik 3," katanya, seperti dilansir Okezone.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bandar Lampung Sraden Nihan membenarkan ada satu calon jamaah haji yang tidak mendapatkan rekomendasi dokter untuk berangkat haji pada keberangkatan kloter 34.
"Kalau dia memang sakit harus dirawat dulu. Kalau sudah dinyatakan sembuh baru dia berangkat dengan calon jamaah berikutnya," katanya.
Nihan menambahkan, pihaknya akan menunggu Rizki hingga hari terakhir keberangkatan calon jemaah haji dari Jakarta, yakni pada 4 September.
"Tentu harus ada rekomendasi dari dokter jika dia benar-benar sembuh," katanya. (*)
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bandar Lampung Sraden Nihan membenarkan ada satu calon jamaah haji yang tidak mendapatkan rekomendasi dokter untuk berangkat haji pada keberangkatan kloter 34.
"Kalau dia memang sakit harus dirawat dulu. Kalau sudah dinyatakan sembuh baru dia berangkat dengan calon jamaah berikutnya," katanya.
Nihan menambahkan, pihaknya akan menunggu Rizki hingga hari terakhir keberangkatan calon jemaah haji dari Jakarta, yakni pada 4 September.
"Tentu harus ada rekomendasi dari dokter jika dia benar-benar sembuh," katanya. (*)
