LAMPUNG ONLINE - Ayah adalah sosok pria yang memiliki kedudukan khusus di dalam sebuah keluarga. Ia tak hanya sekedar sosok yang bertugas mencari nafkah belaka, namun ia pun menjadi sosok yang berperan penting dalam pendidikan anak-anaknya kelak.
Menjadi seorang ayah adalah kebanggaan
bagi setiap pria, menjadi seorang ayah pun adalah sebuah anugrah yang
tak terkira harganya. Kebahagiaan dalam hidup akan semakin lengkap
dengan status baru menjadi seorang ayah untuk anak-anaknya.
Berikut ini adalah beberapa fungsi ayah
di dalam keluarga yang sangat krusial untuk kita simak. So jadi anda
para ayah ataupun calon ayah kudu wajib memperhatikan hal-hal berikut
ini:
Pemimpin
Menjadi seorang ayah akan selalu identik
dengan kepemmpinan dalam keluarga. Ia bak nahkoda penentu arah tujuan
panjang keluarga kedepan. Ayah akan selalu di tuntut untuk menjadi sosok
nahkoda yang tegas dan cerdik ketika badai lautan menghantam kapal
rumah tangganya.
Sosok ayah akan selalu ada dan bertugas
sebagai pemimpin, yang memimpin keluarganya agar mampu menjalani sebuah
tantangan hidup berumah tangga.
Pelindung
Menjadi seorang ayah setelah hebat dalam
skill kepemimpinan harus memiliki jiwa pengayom dan pelindung
keluarganya. Karena memang tugas dari seorang ayah adalah menjaga
anggota keluarga agar terhindar dari segala mara bahaya dari luar.
Selain itu sang ayah juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga keutuhan
dan keharmonisan keluarganya.
Memberi Teladan
Begitu pentingnya peran dari seorang
ayah sangatlah krusial. Selain ibu, ayah merupakan role model karakter
yang menjadi panutan anaknya kelak.
Terlebih dalam taraf perkembangan
sang anak dimana fase contoh gerak-gerik dan tingkah laku dari orang
disekitar begitu kuat, maka peran ayah seharusnya mampu menjadi sentral
teladan role model dibandingkan lingkungan sekitarnya.
Ayah adalah sosok panutan bagi
anak-anaknya. Seorang ayah yang baik tentunya akan memberikan sebuah
suri tauladan yang baik bagi garis keturunan dan juga istrinya.
Motivator
Dalam keluarga ayah juga bisa berperan
sebagai motivator. Mendorong anggota keluarga untuk terus semangat dalam
bekerja, belajar, dan juga beribadah.
Peran motivator tak selalu dengan
memberikan nasehat yang baik saja, namun dengan perbuatan dan tingkah
laku pun kiranya dapat memberikan motivasi positif bagi anaknya.
Untuk para ayah penting kiranya untuk
tak segan-segan memberikan pujian yang membangun kepada sang anak,
meskipun anak telah gagal memenuhi ekspektasi yang di berikan kepadanya.
Memberikan motivator anak agar tetap
semangat, namun sang ayah juga harus pandai untuk memberikan motivator
kepada sang istri, agar hubungan keluarga selalu harmonis dan
berbahagia.
Memberi Perhatian
Tak hanya ibu saja yang wajib untuk
memperhatikan segala kebutuhan anak-anaknya. Ayah pun memiliki andil
yang penting dalam memberikan perhatian. Baik perhatian dari segi
materi, pendidikan, kesehatan, agama, dan emosional.
Seorang ayah juga harus pintar dalam membagi kasih sayang dan perhatian, antara anak dengan pasangannya.
Pengajar
Seorang ayah harus mampu menyesuaikan
peran selain sebagai pemimpin dalam keluarga. ia harus mampu untuk
menjadi pengajar bagi anak dan istrinya. Baik itu dari segi norma
sosial, masyarakat, dan norma-norma agama.
Apabila ayah gagal untuk menjadi pengajar, maka bersiaplah untuk menghadapi kehancuran dalam bahtera rumah tangga.
Melatih Disiplin
Mengajarkan kedisiplinan dalam hidup di
mulai dari rumah. Peran pengajaran di rumah adalah sentral guru pendidik
adalah orang tuanya. Dan fungsi ayah adalah salah satu guru yang
seharusnya memerikan pelajaran tentang apa itu disiplin.
Mengajarkan kedisiplinan di dalam rumah
tangga merupakan hal yang seharusnya menjadi aktvitas sehari-hari di
rumah agar selalu kehidupan selalu lancar dan teratur.
Kedisiplinan yang tak di mulai sejak
dini hanya akan membiasakan anak untuk tidak menghargai sebuah waktu.
Maka tak heran apabila saat ini, banyak dari kita terutama para pejabat
yang kerap kali mengulur ulur waktu penepatan janjinya. Bisa jadi hal
itu karena kedisiplinan tak di ajarkan semenjak kecil.
Pembimbing
Sang ayah wajib untuk membimbing
keluarganya agar selalu berada di jalan yang benar. Utamanya adalah
untuk menjadi pembimbing dan mengarahkan anak agar tidak salah dalam
bergaul dan menentukan tujuan hidup.
Sebaik-baiknya ayah adalah mereka yang
mampu menjadi barometer petunjuk anaknya, di saat sang anak terpuruk di
dalam kebingungan menentukan pilihan hidup.
Mencari Nafkah
Menjadi hal yang sewajarnya memang peran
dan fungsi ayah adalah mencari nafkah untuk keluarganya. Meskipun
begitu ia harus tetap bisa menjaga kehidupan di kantor dan di rumah agar
tetap seimbang.
Karena memang fungsi sebagai ayah tak hanya mencari nafkah saja, namun fungsi sang ayah adalah sosok yang mampu menjadi penyeimbang dan pengayom dalam keluarga.
Partner Ibu
Ayah bukan hanya sekedar pemimpin
semata, namun ia juga harus bisa menjadi seorang partner ibu yang baik di
dalam keluarga, seperti halnya mengurusi permasalahan
ibu rumah tangga.
Hal-hal seperti mengasuh anak, mengurus
dapur, hingga mencuci pun harus bisa dilakukan sang ayah.
Dengan begitu
maka keluarga pun akan selalu harmonis dan meminimalisir pertengkaran
dalam rumah tangga, akibat konflik peran.
Sebagai Teman
Ayah yang baik haruslah mampu menjadi
seorang pembimbing anak dan istrinya, sekaligus pandai berperan sebagai
sahabat dan juga teman bagi anak dan istrinya.
Sebagai contoh,
meluangkan waktunya untuk bersenang-senang bersama keluarga.
Menyediakan Kebutuhan
Seorang ayah haruslah mampu untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga, baik itu secara lahir dan juga batin.
Maka jangan lagi ayah yang mengesampingkan peran pemenuhan secara batin bagi keluarganya ya.
Selalu Siaga
Tak cuma anggota pemadam kebakaran saja yang harus selalu siaga jika ada kebakaran. Namun sang ayah pun harus selalu siap siaga.
Sang ayah harus selalu siaga dalam
kondisi dan situasi apapun, ketika keluarga tengah membutuhkan
bantuannya. Entah itu di saat ia sedang sibuk dengan urusan kantornya,
hingga urusan gaya hidupnya, sang ayah harus rela untuk mengesampingkan
itu semua dikala keluarga tengah dalam kondisi membutuhkan dirinya.
Ayah adalah sang penentu arah kehidupan
rumah tangganya. Ia akan selalu memiliki kedudukan penting dalam segala
hal pengambilan keputusan. Jika salah dalam mengambil peran dan
keputusan dalam keluarga, maka peran ayah akan lekang terganti dengan
sosok di luar daripadanya.
