Notification

×

Golkar Lampung Rusuh, Tiga Masuk Rumah Sakit

15 September 2016 | 16:08 WIB Last Updated 2016-09-15T09:08:28Z
Pasni Bima (foto: tribunlampung)

LAMPUNG - Aksi kerusuhan pecah di kantor DPD I Partai Golkar Lampung, Pahoman, Bandar Lampung, Kamis (15/9/2016). Akibatnya, satu orang mengalami luka bocor di kepala, dan dua lainnya mengalami memar. 

Korban luka bocor di kepala adalah Pasni Bima (48), Ketua Satgas AMPG Provinsi Lampung. Dua korban memar anggota satgas, Dahlan (53) dan Imron (26).

Ketiga korban mendapat perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bumi Waras.

Pasni menceritakan, kerusuhan terjadi sekitar pukul 09.00 wib. Ketika itu, puluhan anggota Satgas AMPG sedang berjaga kantor. Pada saat itu, datang ratusan orang yang dipimpin Azwar Yakub, Miswan Rodi dan Jhoni Corne. 

Menurut Pasni, massa hendak masuk ke dalam kantor namun ia cegah. 

"Saya adang mereka agar tidak masuk ke kantor," ujarnya.

Pasni mengatakan, sempat terjadi perdebatan antara dirinya dengan perwakilan massa. 

"Tiba-tiba massa mengamuk dan memukuli saya," ucap Pasni. 

Menurutnya, massa yang beringas memukulinya menggunakan balok kayu, batu dan paving block. Dia sempat bertahan dari serangan massa.

Satgas AMPG kalah jumlah dengan massa yang datang, sehingga massa mampu masuk ke dalam kantor. 

"Saya sempat pingsan lalu dibawa rekan-rekan ke rumah sakit," ucapnya.

Sementara, Dahlan menceritakan, ia menjadi sasaran kemarahan massa karena hendak menyelamatkan Pasni. 

Saat itu, Pasni dalam kondisi dikepung massa, yang mendukung pelengseran Ketua DPD I Partai Golkar Alzier Dianis Thabranie.

"Saya lihat Pasni dikepung dan dipukuli massa. Lalu, saya terjang kerumunan massa," ujarnya.

Akibatnya, massa ikut memukuli Dahlan. Dia mengatakan, ada orang yang memegangi tangannya. Sementara, ada orang lain yang memukulinya menggunakan balok kayu.

Menghadapi hal itu, Dahlan berusaha berontak. Ia berhasil melarikan diri. Tetapi, massa tetap mengejarnya.

"Saya lempar mereka pakai bangku di warung," ucapnya.

Lemparan itu ternyata tak menghentikan aksi pengejaran tersebut. Hingga akhirnya, di tengah jalan, Dahlan memberhentikan polisi yang sedang mengendarai sepeda motor.

"Saya diantar polisi ke puskesmas," kata Dahlan, seperti dilansir Tribunlampung.

Aparat kepolisian dari Polresta Bandar Lampung menjaga Kantor DPD I Partai Golkar Lampung, Pahoman, Bandar Lampung. 

Penjagaan polisi mulai dilakukan pascaterjadi kerusuhan di kantor tersebut pada Kamis pagi. Polisi berjaga dengan senjata lengkap. Tampak juga, satu unit mobil pengendalian massa.

Usai kerusuhan yang terjadi di Kantor DPD I Partai Golkar Lampung, perubahan terlihat pada keberadaan spanduk di kantor yang terletak di Pahoman, Bandar Lampung itu.

Sebelum kerusuhan, spanduk yang terpasang berisi penolakan kedatangan Plt Ketua DPD I Partai Golkar Lampung Lodewijk Freidrich Paulus.

Spanduk tersebut kemudian dicopot, dan diganti dengan spanduk berisi ucapan selamat datang untuk Freidrich. Selain dari Partai Golkar, ada juga spanduk ucapan selamat datang untuk Freidrich dari SOKSI Lampung.

Jumlah polisi yang berjaga di depan Kantor DPD I Partai Golkar Lampung, mengalami penambahan. Sejumlah pejabat Polda Lampung dan Polresta Bandar Lampung pun tampak memantau situasi di lapangan.

Sementara itu, sejumlah tokoh Golkar Lampung mulai berdatangan ke kantor DPD I Partai Golkar Lampung. 

Beberapa tokoh yang terlihat sudah hadir, antara lain Abi Hasan Muan, Tony Eka Chandra, Ismet Roni, Riza Mirhadi, Azwar Yacub, dan Johny Corne.

Kerusuhan tersebut merupakan buntut dari pemecatan Ketua DPD I Partai Golkar Lampung M Alzier Dianis Thabranie.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto memecat Alzier sebagai ketua DPD I Golkar Lampung, dan menunjuk Plt Ketua DPD I Golkar Lampung Letjen (Pur) Lodewijk Friedrich Paulus. (*)