![]() |
| Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin saat uji tembakan di SPN Polda Lampung, Maret 2016 lalu. (foto: ist) |
BANDAR LAMPUNG - Terkait kasus tertembaknya seorang wanita di Kantor Imigrasi Kelas I Bandar Lampung, yang belum diketahui pelakunya, Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin menguji tiga tembakan berjarak 50-100 meter dari luar dinding kantor tersebut.
"Uji tembakan itu dilakukan untuk mengetahui apakah pada jarak tersebut dapat terdengar suara letusan senjata api atau tidak," jelasnya, Senin (15/8/2016).
Menurut kapolda, itu karena di lokasi yang padat penduduk tersebut, mustahil tidak terdengar suara letusan senjata api yang ditembakkan.
Kapolda yang memimpin langsung pengujian penembakan tersebut pada Minggu (14/8). Ketiga tembakan dilepaskan dari senjata anggota, dan terdengar semua.
"Suara ketiga tembakan terdengar, dan dari amunisi yang ada pada korban juga dapat terlihat bekas goresan tembok," kata Dang Ike, sapaan akrab Ike Edwin.
Bahkan, kapolda sempat naik hingga ke lantai empat Kantor Imigrasi guna mencari tahu penyebab peristiwa tersebut.
Dang Ike juga meminta agar penyelidik dapat mengeluarkan seluruh kemampuannya, agar bisa segera mengungkap kasus penembak gelap tersebut.
Sebelumnya, Polresta Bandar Lampung melakukan uji balistik untuk mengungkap kasus penembakan di Kantor Imigrasi Kelas I Bandar Lampung itu.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Hari Nugroho mengatakan, setelah mendapat laporan, petugas datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti.
Dari hasil olah TKP, petugas mendapatkan proyektil tidak jauh dari tempat tertembaknya Maryati (40) warga Cililit, Bandung, Jawa Barat, saat korban hendak membuat paspor.
"Di lokasi petugas menemukan proyektil dan bukti itu telah diserahkan ke Markas Brimob Polda Lampung," katanya, sperti dilansir laman Inilah.
Untuk sementara, Hari Nugroho menerangkan, pihaknya belum mengetahui dari jenis senjata apa proyektil tersebut.
"Suara ketiga tembakan terdengar, dan dari amunisi yang ada pada korban juga dapat terlihat bekas goresan tembok," kata Dang Ike, sapaan akrab Ike Edwin.
Bahkan, kapolda sempat naik hingga ke lantai empat Kantor Imigrasi guna mencari tahu penyebab peristiwa tersebut.
Dang Ike juga meminta agar penyelidik dapat mengeluarkan seluruh kemampuannya, agar bisa segera mengungkap kasus penembak gelap tersebut.
Sebelumnya, Polresta Bandar Lampung melakukan uji balistik untuk mengungkap kasus penembakan di Kantor Imigrasi Kelas I Bandar Lampung itu.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Hari Nugroho mengatakan, setelah mendapat laporan, petugas datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti.
Dari hasil olah TKP, petugas mendapatkan proyektil tidak jauh dari tempat tertembaknya Maryati (40) warga Cililit, Bandung, Jawa Barat, saat korban hendak membuat paspor.
"Di lokasi petugas menemukan proyektil dan bukti itu telah diserahkan ke Markas Brimob Polda Lampung," katanya, sperti dilansir laman Inilah.
Untuk sementara, Hari Nugroho menerangkan, pihaknya belum mengetahui dari jenis senjata apa proyektil tersebut.
"Petugas masih menyelidiki apakah proyektil itu dari senjata api rakitan atau organik. Untuk mengetahuinya perlu dilakukan uji balistik," terang dia. (*)
