![]() |
| Polisi menunjukkan senjata tajam milik pelaku. (foto: tribunlampung) |
BANDAR LAMPUNG - Melakukan perlawanan saat akan ditangkap, aparat hukum dari Polresta Bandar Lampung menembak mati tersangka begal dan jambret bernama Rahman (32) warga Gedong Air, Tanjungkarang Barat (TkB).
Selain Rahman, petugas juga menangkap rekannya Faris. Kedua tersangka merupakan komplotan jambret dan begal yang biasa beraksi di Bandar Lampung.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Komisaris Dery Agung Wijaya mengatakan, petugas terpaksa menembak Rahman karena mengeluarkan senjata tajam untuk melawan petugas.
"Tersangka tewas di dalam perjalanan menuju rumah sakit," kata dia, Selasa (16/8/2016).
"Tersangka tewas di dalam perjalanan menuju rumah sakit," kata dia, Selasa (16/8/2016).
Dari kedua tersangka, polisi menyita barang bukti berupa dua unit sepeda motor, satu unit ponsel, dan satu bilah senjata tajam.
Menurut Dery, Rahman tergolong sadis dalam beraksi. Rahman dan rekannya Faris selalu membawa senjata tajam setiap beraksi. Mereka sudah 12 kali menjambret dan begal.
"Korban terakhir adalah Agustinus pada 8 Agustus 2016 lalu," jelas Dery.
Ketika itu, korban melintas di Jalan Sutan Syahrir, Pahoman menggunakan sepeda motor. Dari arah belakang, Rahman dan Faris memepet sepeda motor Agustinus. Korban kemudian menabrakkan sepeda motornya ke sepeda motor kedua tersangka.
Tersangka Rahman mengeluarkan senjata tajam dan menusuk wajah korban. Agustinus berteriak sehingga mengundang perhatian warga sekitar.
"Massa mengepung dan menangkap Faris. Sedangkan, Rahman melarikan diri," terang Dery.
Petugas yang sedang patroli ikut mengejar Rahman. Saat itulah, Rahman melakukan perlawanan dengan mengeluarkan senjata tajam.
"Korban terakhir adalah Agustinus pada 8 Agustus 2016 lalu," jelas Dery.
Ketika itu, korban melintas di Jalan Sutan Syahrir, Pahoman menggunakan sepeda motor. Dari arah belakang, Rahman dan Faris memepet sepeda motor Agustinus. Korban kemudian menabrakkan sepeda motornya ke sepeda motor kedua tersangka.
Tersangka Rahman mengeluarkan senjata tajam dan menusuk wajah korban. Agustinus berteriak sehingga mengundang perhatian warga sekitar.
"Massa mengepung dan menangkap Faris. Sedangkan, Rahman melarikan diri," terang Dery.
Petugas yang sedang patroli ikut mengejar Rahman. Saat itulah, Rahman melakukan perlawanan dengan mengeluarkan senjata tajam.
Petugas mengambil tindakan tegas dengan menembak Rahman. Tersangka tewas kehabisan darah saat perjalanan ke rumah sakit, seperti dilansir Tribunlampung.
Modus Baru
Modus Baru
Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Komisaris
Dery Agung Wijaya, Rahman dan rekannya Faris memiliki modus yang
terbilang baru.
Dery mengatakan, kedua tersangka awalnya memepet motor korban, lalu menyuruh berhenti.
“Mereka pura-pura mengenal korban, lalu menuduh korban mencuri ponsel milik tersangka,” jelasnya.
Kedua tersangka membawa korban mengendarai sepeda motor ke tempat sepi, dengan alasan mencari ponselnya yang hilang. Sampai di tempat sepi tersebut, tutur Dery, kedua tersangka meninggalkan korban, dan merampas sepeda motornya.
Dery mengatakan, kedua tersangka awalnya memepet motor korban, lalu menyuruh berhenti.
“Mereka pura-pura mengenal korban, lalu menuduh korban mencuri ponsel milik tersangka,” jelasnya.
Kedua tersangka membawa korban mengendarai sepeda motor ke tempat sepi, dengan alasan mencari ponselnya yang hilang. Sampai di tempat sepi tersebut, tutur Dery, kedua tersangka meninggalkan korban, dan merampas sepeda motornya.
Sementara, Faris, tersangka jambret, mengaku baru empat kali melakukan jambret di wilayah Bandar Lampung. Dia melakukan penjambretan bersama rekannya Rahman, yang ditembak mati polisi. Faris mengatakan, ia hanya mengikuti ajakan Rahman.
"Baru empat kali. Itu juga diajak Rahman, Saya hanya membawa sepeda motor. Rahman yang menodong korban menggunakan senjata tajam," tutur Faris.
Faris mengutarakan, uang hasil jambret dibagi dua dengan Rahman.
"Uangnya saya gunakan untuk beli sabu-sabu dan mabuk minuman keras," ujarnya. (*)
"Baru empat kali. Itu juga diajak Rahman, Saya hanya membawa sepeda motor. Rahman yang menodong korban menggunakan senjata tajam," tutur Faris.
Faris mengutarakan, uang hasil jambret dibagi dua dengan Rahman.
"Uangnya saya gunakan untuk beli sabu-sabu dan mabuk minuman keras," ujarnya. (*)
