Notification

×

Polda Jabar Gulung Kawanan Pencuri Mobil Jaringan Lampung

13 August 2016 | 10:26 WIB Last Updated 2016-08-13T03:26:10Z
(foto: detik)

LAMPUNG ONLINE -
Selain membongkar sindikat pencuri sepeda motor di Kampung 'Maling' Kabupaten Karawang, Dit Reskrimum Polda Jawa Barat (Jabar) berhasil meringkus kawanan pelaku pencurian mobil. Para pelaku terdiri empat pria ini merupakan kelompok jaringan Lampung.

Pengungkapan kasus ini merupakan hasil lidik personel Subdit Jatanras Polda Jabar. 

"Jajaran kami berhasil mengungkap kasus pencurian roda empat dengan menangkap empat tersangka pada awal Agustus," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Bambang Waskito kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (12/8/2016).

Bambang menjelaskan, terungkapnya kiprah kawanan pencuri ini bermula dari laporan Pemkab Bandung Barat. Mobil dinas Toyota Kijang Innova milik Pemkab Bandung Barat itu raib digondol pencuri saat ditinggal pengguna di rumahnya sewaktu mudik lebaran lalu.

"Jadi ini ada laporan dari masyarakat di wilayah hukum Polres Cimahi, kalau mobil dinasnya hilang setelah pulang dari mudik lebaran," ujarnya.

Polisi bergerak memburu pelaku. Hasilnya dua pria inisial WW dan D tak berkutik saat dibekuk polisi. Petugas di lapangan berkoordinasi dengan pihak Jatanras Polda Jabar guna mengembangkan penyelidikan.

Bambang menyebut kawanan pencuri ini beroperasi di sejumlah daerah di Jabar yang antara lain Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kota Bandung, dan Kota Cimahi. 

"Setelah itu kita cari dan telusur lagi berdasarkan hasil interogasi tersangka yang mengarah kepada HK dan kita ungkap pelakunya ada di wilayah Lampung," kata Bambang, seperti dilansir Detik.

Dia melanjutkan, HK berperan menerima pesanan dari orang Lampung berinisial AH. Setelah mendapat pesanan mobil curian, AH menjualnya ke daerah lain. Polisi yang melacak ke Lampung mendapatkan barang bukti sebanyak 11 mobil curian hasil penjualan AH di berbagai tempat.

"Empat pelaku ini mengakui kalau mobil yang berjumlah 11 unit itu diambil juga dari sini (Jabar). Modusnya juga sedikit canggih. Pelaku menggunakan cara mengarah ke teknologi kendaraan. Mereka memiliki tim ahli teknologi. Jadi ada satu orang ini memutus kabel untuk alarm dan GPS yang ada di mobil," tutur Bambang.

Setelah menempuh cara tersebut, kawanan penjahat jaringan Lampung ini membuka pintu mobil dan menyalakan kunci kontak. Mereka merusaknya menggunakan bor untuk membuka boks plastik di bawah setir untuk menyalakan mesin. Setelah menggasak mobil, mereka kirim kepada pemesan dan dijual dengan harga sesuai kesepakatan.

Sebanyak 12 unit mobil yang disita ini sudah pelaku ubah pelat nopolnya agar tidak terlacak polisi. Nopol palsu itu di antaranya BL, BE, dan B

"Sejumlah jenis kendaraan yang diamankan yakni Avanza, Xenia, Innova, Grand Max dan satu mobil operasional milik komplotan pencuri ini. Kebanyakan yang dipetik itu Avanza, ya karena ini paling laku keras," tutur jenderal polisi bintang dua ini.

Polsi masih terus mengembangkan perkara tersebut. Tentu saja tak menutup kemungkinan mobil curian lainnya yang diperoleh jaringan Lampung ini sudah menyebar. "Pasti masih banyak lagi di luar sana," ucap Bambang. (*)