Notification

×

NasDem-PAN Usung Siti Rahma-Edi Agus Yanto di Pringsewu

27 August 2016 | 08:31 WIB Last Updated 2016-08-27T01:31:14Z
Siti Rahma (kanan). | foto: ist
   
LAMPUNG – Pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) bupati dan wakil bupati Pringsewu, Lampung, Februari 29176 mendatang, Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Amanat Nasional (PAN) Lampung sepakat berkoalisi.

Kedua partai berwarna dominan biru itu mengusung Siti Rahma sebagai balon bupati dan Edi Agus Yanto sebagai balon wakil bupati.

Hal itu dibenarkan Ketua DPW NasDem Lampung yang juga Bupati Lampung Tengah Dr. Ir. Hi. Mustafa, M.H.

"Ketum PAN Bang Zul (Zulkifli Hasan) sudah komunikasi ke kami, akan merekomendasikan Siti Rahma dan Edi Agus Yanto di Pilkada Pringsewu,” jelasnya, Jumat (26/8/2016).

Mustafa juga memastikan komposisinya adalah Siti Rahma-Edi Agus Yanto sebagai pasangan balonkada.

"Ya, Siti Rahma balonbup dan Edi Agus Yanto balonwabup,” tegasnya.

Terpisah, Siti Rahma juga membenarkan akan berpasangan dengan Edi Agus Yanto. Pengusaha yang juga putri dari pengusaha konstruksi Dadang Suwandi ini mengaku sudah dihubungi Zulkifli Hasan terkait koalisi di Pringsewu.

’’Pak Zulkifli Hasan tadi telepon Ketua DPW Bang Mustafa dan juga telepon saya. Beliau bilang rekomendasi PAN ke Bu Siti Rahma dan harus menang. Tetapi memang masih belum turun ke DPW PAN Lampung rekomnya,” ujarnya, seperti dilansir laman Jpnn.

Terpisah, Edi Agus Yanto saat dihubungi hanya berkomentar singkat. Wakil Sekjen DPP PAN ini menyatakan siap menjalankan apapun keputusan partai.

“Apapun keputusan partai kita menjalankan mas. Juga melakukan konsolidasi,” tandasnya.

Berkoalisinya NasDem-PAN, maka pasangan Siti-Edi bakal melenggang. Sebab, PAN memiliki enam kursi dan NasDem tiga kursi total sembilan kursi. Sedangkan syarat mengusung calon adalah delapan kursi.

Sementara, calon lainnya di pilkada Pringsewu belum berpasangan. Sejauh ini baru maju balonbup yakni Ririn Kuswantari diusung Golkar-PPP,

Sujadi diusung PKS dan menyusul NasDem lalu Ardian Saputra juga masih berjuang mendapatkan dukungan PDIP. (*)