![]() |
| (foto: ristekdikti.go.id) |
LAMPUNG – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyerahkan secara simbolis beasiswa Bidikmisi dan Adik (Afirmasi Pendidikan Tinggi) Universitas Lampung (Unila), di Gedung Fakultas Pertanian Unila, Kamis (25/8/2016).
Pada pertemuan yang juga diliputi dialog dengan mahasiswa Bidikmisi dan Adik Unila tersebut, Nasir menyerahkan secara simbolis beasiswa tersebut kepada 11 mahasiswa.
"Akses ke Pendidikan Tinggi bagi sebagian pelajar di Indonesia memang masih dianggap sulit," kata Menristekdikti Nasir, seperti dilansir LO dari laman resmi ristekdikti.go.id, Sabtu (27/8/2016).
"Akses ke Pendidikan Tinggi bagi sebagian pelajar di Indonesia memang masih dianggap sulit," kata Menristekdikti Nasir, seperti dilansir LO dari laman resmi ristekdikti.go.id, Sabtu (27/8/2016).
Oleh karenanya, lanjut dia, tugas Kemristekdikti untuk memangkas mata rantai tersebut sehingga anak-anak pelajar yang berada di bawah garis kemiskinan dapat berkuliah dengan baik.
“Tidak semua anak orang kaya itu pasti pintar, tidak semua anak miskin itu pasti bodoh. Stigma itu tidak berlaku bagi mahasiswa Bidikmisi, karena saya temukan hampir di seluruh Indonesia, anak Bidikmisi itu IPK-nya mayoritas sangat tinggi,” ujar Nasir.
Hal tersebut dibuktikan saat Menteri Nasir berdialog dengan penerima Beasiswa Bidikmisi dan Adik di Unila. Hampir semua mahasiswa penerima Beasiswa mendapatkan IPK yang memuaskan dan sempurna.
“Ini adalah wujud kesuksesan mereka sendiri. Ini adalah bukti perjuangan para mahasiswa ini yang pasti sangat berjuang keras hingga sukses berprestasi seperti sekarang. Jangan patah semangat, jangan kalah dengan keadaan,” katanya, saat memberikan laptop kepada mahasiswa.
"Jangan pernah berhenti bermimpi, rancanglah masa depan dari sekarang, mimpi itu akan terwujud dengan kerja keras kita yang disertai dengan doa," tambah Menteri Nasir.
“Tidak semua anak orang kaya itu pasti pintar, tidak semua anak miskin itu pasti bodoh. Stigma itu tidak berlaku bagi mahasiswa Bidikmisi, karena saya temukan hampir di seluruh Indonesia, anak Bidikmisi itu IPK-nya mayoritas sangat tinggi,” ujar Nasir.
Hal tersebut dibuktikan saat Menteri Nasir berdialog dengan penerima Beasiswa Bidikmisi dan Adik di Unila. Hampir semua mahasiswa penerima Beasiswa mendapatkan IPK yang memuaskan dan sempurna.
“Ini adalah wujud kesuksesan mereka sendiri. Ini adalah bukti perjuangan para mahasiswa ini yang pasti sangat berjuang keras hingga sukses berprestasi seperti sekarang. Jangan patah semangat, jangan kalah dengan keadaan,” katanya, saat memberikan laptop kepada mahasiswa.
"Jangan pernah berhenti bermimpi, rancanglah masa depan dari sekarang, mimpi itu akan terwujud dengan kerja keras kita yang disertai dengan doa," tambah Menteri Nasir.
Sementara, Rektor Unila Hasriadi Mat
Akin, mengungkapkan sekitar 0,5% persen mahasiswa Bidikmisi
Unila IPKnya sekitar 4,0, dan itu merupakan prestasi luar biasa bagi
mahasiswa Bidikmisi yang ada di Unila.
