![]() |
| (ilustrasi/ist) |
LAMPUNG - Sekira 300 wisatawan mancanegara (wisman) bakal mengikuti dan menghadiri salah satu rangkaian kegiatan dalam gelaran Lampung Krakatau Festival (LKF) 2016, yakni 'Jelajah Layang-layang'.
Kegiatan itu akan berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Kamis dan Jumat (25 dan 26/8/2016) mulai siang hingga malam hari..
"Wisatawan itu berasal dari Singapura, Malaysia, Thailand dan Prancis," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) Provinsi Lampung, Choiria Pandarita, Rabu (24/8/2016).
Menurut dia, kegiatan layang-layang dalam rangka Lampung Krakatau Festival (LKF) ke-26 tahun 2016 ini tidak hanya dilaksanakan pada siang hari, tetapi juga malam hari.
"Pelaksanaan layang-layang malam hari akan memakai LED warna-warni dan dipastikan akan menarik pengunjung yang melihat," jelas Choiria.
Festival Krakatau 2016 yang merupakan perhelatan akbar kebudayaan dan pariwisata daerah ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, berlangsung 24 hingga 28 Agustus 2016. Rangkaian kegiatan itu melibatkan seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, instansi pemerintah di seluruh kabupaten dan kota.
Kegiatannya antara lain Jelajah Pasar Seni di Mal Boemi Kedaton 24 hingga 28 Agustus 2016, Jelajah Layang-Layang di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim (25-26 Agustus), Jelajah Rasa di Lapangan Korem, Saburai, Enggal (26-28 Agustus), Jelajah Krakatau, Pantai Sari Ringgung (27 Agustus) dan Jelajah Semarak Budaya, Tugu Adipura (28 Agustus).
Ia dalam kesempatan itu mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung saat ini cukup stabil di tengah kondisi ekonomi nasional yang kurang menguntungkan, yaitu sebesar 5,13 persen. Selain itu kesejahteraan masyarakat pun terus meningkat seiring naiknya tren pendapatan per kapita di Provinsi Lampung.
"Kesejahteraan yang terus membaik tersebut, menjadikan rekreasi dan berwisata sebagai kebutuhan dan life style bagi masyarakat Lampung. Positifnya kondisi ekonomi, juga menggairahkan investasi di Provinsi Lampung," ujarnya, seperti dilansir Republika.
Tercatat, pada 2015, realisasi investasi mencapai 139 persen dari target yang ditetapkan BKPM. Khusus sektor pariwisata terjadi peningkatan jumlah wisatawan nusantara, yaitu mencapai rata-rata 30 persen dan wisatawan mancanegara 28 persen sejak tahun 2012.
Begitu pula jumlah hotel di Provinsi Lampung, juga peningkatannya cukup signifikan, yaitu sebesar 20 persen sejak tahun 2014. Seiring dengan itu, sebagai upaya untuk semakin meningkatkan jumlah wisatawan, Provinsi Lampung akan menggelar Lampung Krakatau Festival 2016.
Ia menambahkan, logo dan tagline Lampung The Treasure of Sumatera. Gambaran ini mengenai Lampung sebagai tempat yang menyenangkan dan terbuka bagi siapapun serta memiliki alam yang menyegarkan dan sarat dengan ragam budaya yang hidup dan kuat. Hal tersebut, jelas merupakan tujuan wisata dengan kekayaan alam yang tersembunyi. (*)
"Wisatawan itu berasal dari Singapura, Malaysia, Thailand dan Prancis," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) Provinsi Lampung, Choiria Pandarita, Rabu (24/8/2016).
Menurut dia, kegiatan layang-layang dalam rangka Lampung Krakatau Festival (LKF) ke-26 tahun 2016 ini tidak hanya dilaksanakan pada siang hari, tetapi juga malam hari.
"Pelaksanaan layang-layang malam hari akan memakai LED warna-warni dan dipastikan akan menarik pengunjung yang melihat," jelas Choiria.
Festival Krakatau 2016 yang merupakan perhelatan akbar kebudayaan dan pariwisata daerah ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, berlangsung 24 hingga 28 Agustus 2016. Rangkaian kegiatan itu melibatkan seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, instansi pemerintah di seluruh kabupaten dan kota.
Kegiatannya antara lain Jelajah Pasar Seni di Mal Boemi Kedaton 24 hingga 28 Agustus 2016, Jelajah Layang-Layang di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim (25-26 Agustus), Jelajah Rasa di Lapangan Korem, Saburai, Enggal (26-28 Agustus), Jelajah Krakatau, Pantai Sari Ringgung (27 Agustus) dan Jelajah Semarak Budaya, Tugu Adipura (28 Agustus).
Ia dalam kesempatan itu mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung saat ini cukup stabil di tengah kondisi ekonomi nasional yang kurang menguntungkan, yaitu sebesar 5,13 persen. Selain itu kesejahteraan masyarakat pun terus meningkat seiring naiknya tren pendapatan per kapita di Provinsi Lampung.
"Kesejahteraan yang terus membaik tersebut, menjadikan rekreasi dan berwisata sebagai kebutuhan dan life style bagi masyarakat Lampung. Positifnya kondisi ekonomi, juga menggairahkan investasi di Provinsi Lampung," ujarnya, seperti dilansir Republika.
Tercatat, pada 2015, realisasi investasi mencapai 139 persen dari target yang ditetapkan BKPM. Khusus sektor pariwisata terjadi peningkatan jumlah wisatawan nusantara, yaitu mencapai rata-rata 30 persen dan wisatawan mancanegara 28 persen sejak tahun 2012.
Begitu pula jumlah hotel di Provinsi Lampung, juga peningkatannya cukup signifikan, yaitu sebesar 20 persen sejak tahun 2014. Seiring dengan itu, sebagai upaya untuk semakin meningkatkan jumlah wisatawan, Provinsi Lampung akan menggelar Lampung Krakatau Festival 2016.
Ia menambahkan, logo dan tagline Lampung The Treasure of Sumatera. Gambaran ini mengenai Lampung sebagai tempat yang menyenangkan dan terbuka bagi siapapun serta memiliki alam yang menyegarkan dan sarat dengan ragam budaya yang hidup dan kuat. Hal tersebut, jelas merupakan tujuan wisata dengan kekayaan alam yang tersembunyi. (*)
