![]() |
| (ilustrasi/ist) |
LAMPUNG - Akhirnya, dari hasil jual daun dan tempe, seorang nenek berusia 90 tahun bernama Ponirep, warga Purwodadi, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, bisa berangkat ke tanah suci Mekkah.
Wanita lanjut usia tersebut bisa berangkat ke tanah suci setelah menabung dari hasil berjualan selama 25 tahun. Ponirep menabung tanpa sepengetahuan anak dan cucu-cucunya.
Cucu Ponirep, Tumin Hidayat, mengaku bahwa sampai sekarang keluarga masih heran karena neneknya memiliki banyak uang dari hasil dagangnya, yang dinilai tidak seberapa itu.
Menurut Tumin, harga daun yang dijual hanya berkisar Rp 2 ribu per ikat. Begitu pula harga tempe. Belum lagi kalau orang-orang berutang saat membelinya.
Keluarga sampai heran, karena meski Mbah Ponirep sudah berada dalam karantina jamaah haji, masih saja orang berdatangan membayar utang tempe. Ketika dikumpulkan, jumlahnya mencapai Rp 5 juta.
"Mbah berangkat ke tanah suci dengan usahanya sendiri, tidak ada sedikit pun bantuan dari keluarga," kata Tumin, Rabu (24/8/2016), seperti dilansir Kompas.
Sebanyak 5.026 calon jamaah calon haji (JCH) asal Lampung berangkat ke tanah suci dalam 13 kloter.
Keluarga sampai heran, karena meski Mbah Ponirep sudah berada dalam karantina jamaah haji, masih saja orang berdatangan membayar utang tempe. Ketika dikumpulkan, jumlahnya mencapai Rp 5 juta.
"Mbah berangkat ke tanah suci dengan usahanya sendiri, tidak ada sedikit pun bantuan dari keluarga," kata Tumin, Rabu (24/8/2016), seperti dilansir Kompas.
Sebanyak 5.026 calon jamaah calon haji (JCH) asal Lampung berangkat ke tanah suci dalam 13 kloter.
Ponirep mendaftar haji pada tahun 2011 dan berangkat ke tanah suci dengan rombongan kloter 26 dari Lampung Selatan. Meskipun menjadi calon jamaah haji paling tua di Lampung, secara fisik, Ponirep terlihat sehat dan kuat.
"Kami berharap Mbah menjadi haji mabrur dan pulang dalam keadaan sehat," ujar Tumin. (*)
"Kami berharap Mbah menjadi haji mabrur dan pulang dalam keadaan sehat," ujar Tumin. (*)
