Notification

×

Densus 88 Ringkus Dua Terduga Teroris di Lampung Tengah

16 August 2016 | 18:38 WIB Last Updated 2016-08-17T06:15:16Z
(ilustrasi/ist)

LAMPUNG -
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap dua orang terduga teroris di Dusun I Tirto Kencono, Kampung Tanggulangin Punggur, Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Senin (15/8/2016).

"Benar, ada penangkapan terduga teroris oleh tim Mabes Polri. Kami hanya membantu pengamanan lokasi penangkapan," ujar Kapolres Lampung Tengah AKBP Dono Sembodo saat dihubungi dari Bandar Lampung, Selasa (16/8/2016).

Menurut dia, pihaknya tidak mengetahui selanjutnya kedua terduga teroris itu dibawa ke mana untuk tindaklanjutnya. 

"Kami dari Polres hanya membantu sterilisasi lokasi penangkapan. Untuk proses selanjutnya itu langsung ditangani Mabes Polri. Saya juga tidak tahu, mereka langsung dibawa ke Polda Lampung atau Mabes Polri," ujar Dono.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua terduga teroris tersebut, yaitu Dwiatmoko alias Abu Ibrahim Al Atsary (35) dan Abu Sufyan (24) beralamat di Kecamatan Bumiratu Nuban. 


Sementara, Mabes Polri menduga Dwiatmoko berkaitan dengan jaringan pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Solo, Nur Rohman.

"Yang bersangkutan terlibat bom bunuh diri Mapolresta Surakarta. Mereka satu kelompok," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Agus Rianto melalui pesan singkat, Selasa.

Dwiatmoko ditangkap di sebuah warnet di Kecamatan Punggur, Lampung Tengah. Tak hanya itu, diduga Dwiatmoko juga berkaitan dengan Bahrun Naim, simpatisan Negara Islam Iran dan Suriah (ISIS) dari Indonesia.

"Merupakan close contact Bahrun Naim yang telah menyiapkan bom dan akan melakukan pengeboman," ujar Agus.

Namun, Agus belum dapat memastikan peran Dwiatmoko dalam kelompok itu. Saat ini, Densus 88 masih melakukan pemeriksaam intensif.

Sebelumnya, Densus 88 mengamankan tiga orang yang diduga terkait bom bunuh diri di Mapolresta Kota Solo.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti itu di sebuah peternakan ayam yang diduga menjadi lokasi pertemuan gerombolan teroris tersebut.

Salah satunya AS, kakak kandung Nur Rohman. Ia diduga membantu mempersiapkan aksi bom bunuh diri. Adapun W dan CBS diduga membantu menyembunyikan Nur sebelum melakukan bom bunuh diri.

Joni, pekerja las di sekitar tempat penangkapan, mengaku kaget ketika banyak orang bersenjata lengkap turun dari mobil dan langsung menangkap kedua penghuni kontrakan tersebut.

"Saya kaget, saat itu masih mengelas tiba-tiba ada mobil yang isinya penuh petugas bersenjata laras panjang," kata dia.

Terkait kedua terduga teroris, Joni mengatakan, selama ini tidak ada yang mencurigakan. Bahkan keduanya baik kepada warga sekitar. 

"Hanya saja, belakangan memang menjadi tertutup, dan beberapa kali melihat keduanya ke luar malam menggunakan pakaian jubah," kata dia. (dbs)