![]() |
| Edwin Rusli (ist) |
BANDAR LAMPUNG – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung
menemukan vaksin bayi yang diduga palsu di salah satu fasilitas kesehatan (faskes), saat menggelar
inspeksi mendadak (Sidak) kepemilikan vaksin.
Itu setelah pihak faskes tersebut tidak mampu menunjukkan dokumen resmi, terkait vaksin yang dimilikinya. Namun atas temuan itu, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bandar Lampung belum melakukan tindakan konkret.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bandar Lampung, Edwin Rusli, mengatakan jika pihaknya saat ini hanya menunggu surat dari BBPOM untuk ikut melakukan pemeriksaan. Sebab, mereka hanya berwenang melakukan pemeriksaan terkait perizinan.
"Kalau untuk sidak lokasi seperti itu memang kewenangan BBPOM. (Kalau) Kami hanya soal perizinan. Jika memang info dari sidak mereka (BBPOM) seperti itu, kami tinggal menunggu koordinasi saja untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya, seperti dilansir pada Sabtu (2/7/2016).
Namun demikian, Edwin menegaskan pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan di faskes jaringannya, seperti puskesmas dan puskeskel. Dari pemeriksaan itu dipastikan semua pengadaan vaksin dan obat terdaftar secara resmi, dikutip Jawapos.
”Sebelumnya kami juga sudah melakukan sidak, di jaringan kami saja, semuanya terjamin, sebab kami memegang data pengadaan vaksin dan obat-obatan dari agen resmi,” ujar dia. (*)
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bandar Lampung, Edwin Rusli, mengatakan jika pihaknya saat ini hanya menunggu surat dari BBPOM untuk ikut melakukan pemeriksaan. Sebab, mereka hanya berwenang melakukan pemeriksaan terkait perizinan.
"Kalau untuk sidak lokasi seperti itu memang kewenangan BBPOM. (Kalau) Kami hanya soal perizinan. Jika memang info dari sidak mereka (BBPOM) seperti itu, kami tinggal menunggu koordinasi saja untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya, seperti dilansir pada Sabtu (2/7/2016).
Namun demikian, Edwin menegaskan pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan di faskes jaringannya, seperti puskesmas dan puskeskel. Dari pemeriksaan itu dipastikan semua pengadaan vaksin dan obat terdaftar secara resmi, dikutip Jawapos.
”Sebelumnya kami juga sudah melakukan sidak, di jaringan kami saja, semuanya terjamin, sebab kami memegang data pengadaan vaksin dan obat-obatan dari agen resmi,” ujar dia. (*)
