![]() |
| Agus (ist) |
BANDAR LAMPUNG - Tidak hanya kain Tapis serta Gajah, Provinsi Lampung juga memiliki seni ukir kayu yang dikenal hingga kancah internasional. Kerajinan ukir kayu bermotif khas Lampung ini pun beragam, mulai dari souvenir gantungan kunci, tempat tisu, pajangan dinding, gantungan baju, hingga komponen bangunan rumah.
Para peminat seni ukir Lampung ini tidak hanya dari kalangan lokal, tetapi juga telah menembus hingga pasar luar negeri.
Terletak di bilangan Jalan Imam Bonjol No. 38, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, seluruh proses kreatif ini dilakukan, mulai dari pemotongan hingga pewarnaan. Menggunakan alat yang masih tradisional, setiap hari enam karyawan rutin memproduksi seni ukir Lampung.
Di bawah tangan kreatif Agus Suprayogo, bahan baku berupa kayu glondongan disulap menjadi kerajinan yang bernilai tinggi. Pria kelahiran 10 April 1979 ini telah menggeluti profesinya sejak dua puluh dua tahun silam.
Berawal dari hobi sejak duduk di bangku sekolah, Agus, sapaan akrabnya, mengembangkan seni ukir Jepara. Setelah cukup sukses menjajakan ukiran Jepara, di tahun 1994 Agus mencoba berinovasi melakukan seni ukir khas Lampung.
Proses pembuatan ukir Lampung terdapat empat tahapan yang harus dilalui. Proses pertama yakni mulai dari penghalusan papan. Kayu yang digunakan dalam seni ukir Lampung ini biasanya menggunakan kayu jati sebagai bahan utama, karena memiliki daya tahan yang kuat dan serat lebih menarik.
Setelah papan dihaluskan, selanjutnya digambar menggunakan pensil. Berbagai motif Lampung diukir di atas papan. Setelah proses ini selesai, selanjutnya papan dilubangi menggunakan gergaji plong atau mesin bobok.
Pada tahap proses pengukiran, dibutuhkan ketelitiaan serta keterampilan mengukir sebuah kayu. Pengukiran bertujuan untuk mempertegas motif serta memperindah kayu yang akan dibentuk.
"Selanjutnya, pengampalasan, kayu yang sudah di bentuk ini diamplas agar lebih halus. Di tahap finishing yakni pengecetan menggunakan kuas dan cat semprot, agar memperoleh hasil maksimal sehingga menarik minat konsumen. Adapun kesulitannya pada tingkat kekerasan bahan baku," ujarnya, seperti dilansir Okezone, Minggu (31/7/2016).
Proses pembuatan ukir Lampung terdapat empat tahapan yang harus dilalui. Proses pertama yakni mulai dari penghalusan papan. Kayu yang digunakan dalam seni ukir Lampung ini biasanya menggunakan kayu jati sebagai bahan utama, karena memiliki daya tahan yang kuat dan serat lebih menarik.
Setelah papan dihaluskan, selanjutnya digambar menggunakan pensil. Berbagai motif Lampung diukir di atas papan. Setelah proses ini selesai, selanjutnya papan dilubangi menggunakan gergaji plong atau mesin bobok.
Pada tahap proses pengukiran, dibutuhkan ketelitiaan serta keterampilan mengukir sebuah kayu. Pengukiran bertujuan untuk mempertegas motif serta memperindah kayu yang akan dibentuk.
"Selanjutnya, pengampalasan, kayu yang sudah di bentuk ini diamplas agar lebih halus. Di tahap finishing yakni pengecetan menggunakan kuas dan cat semprot, agar memperoleh hasil maksimal sehingga menarik minat konsumen. Adapun kesulitannya pada tingkat kekerasan bahan baku," ujarnya, seperti dilansir Okezone, Minggu (31/7/2016).
Seiring berjalannya waktu, peminat ukir Lampung selalu meningkat. Tak hanya dari provinsi ini saja, bahkan tak jarang datang pesanan dari luar kota hingga luar negeri.
Untuk mencari motif ukir yang akan dibuat, biasanya Agus rutin mengujungi kampung tua di Provinsi Lampung, untuk sekedar melihat keunikan motif Tapis kain khas Lampung. (*)
