Notification

×

Tabrak Polisi, Pencuri Motor Asal Jabung Diberi 8 Tembakan

29 July 2016 | 07:35 WIB Last Updated 2016-07-29T00:37:46Z
(foto: istimewa)

BANDAR LAMPUNG - Berusaha melawan dengan menabrakkan sepeda motornya ke petugas saat akan ditangkap, seorang pemuda pengangguran asal Jabung, Lampung Timur, Anton (21) ditembak polisi. 

Tersangka spesialis pencuri kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Bandar Lampung dan telah beraksi 10 kali itu, dilumpuhkan dengan delapan kali tembakan di kakinya, sekitar pukul 20.30, Senin (25/7/2016) lalu.

"Penangkapan itu ketika petugas sedang melakukan patroli antisipasi kerawanan kejahatan. Saat itu, polisi mendengar teriakan adanya pencurian di rumah warga," jelas Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Kompol Dery Agung Wijaya di Mapolresta, Kamis (28/7/2016).

Tersangka mencuri motor di kawasan Jalan Pahlawan, Kedaton, Bandar Lampung. Anton berusaha melarikan diri dan melawan anggota, sehingga petugas terpaksa menembak pelaku.

Modus yang digunakan tersangka dengan berkeliling bersama rekannya menggunakan sepeda motor. Saat menemukan target, aksinya pun dimulai dengan merusak kunci motor korban menggunakan kunci letter T.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka telah beraksi 10 kali di Bandar Lampung. Sampai sekarang tersangka masih dilakukan pemeriksaan intensif untuk mengetahui TKP lainnya dan terhadap rekannya kami masih melakukan pengejaran," ungkap Dery.

Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa Yamaha Mio Vino yang digunakan untuk beraksi. Tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara maksimal selama 7 tahun, seperti dilansir Lampost.

Sementara, tersangka Anton mengaku kejahatan itu merupakan idenya dan mengajak saudara sepupunya. Dalam aksinya, tersangka berperan sebagai eksekutor dan penjual motor hasil curian ke Jabung, Lampung Timur. Sedangkan rekannya mengawasi situasi sekitar.

"Saya kos di Kedaton, saya enggak ada uang dan pekerjaan, jadi mencuri untuk main sama teman, kehidupan sehari-hari, dan beli rokok. Saya maling motor sudah 10 kali, kebanyakan lokasinya di daerah Kedaton. Hasilnya, saya jual ke Jabung dengan Rp3 juta," kata dia. (*)