![]() |
| Medi Andika (dok. facebook) |
BANDAR LAMPUNG - Motif pembunuhan anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor yang tewas dimutilasi hingga kini berlum terungkap. Polisi telah menetapkan Brigadir Medi Andika, anggota Provost Polresta Bandar Lampung, dan rekannya, Tarmizi sebagai tersangka.
Keluarga M Pansor tak menyangka bahwa Brigadir Medi Andika terlibat dalam pembunuhan Pansor. Sebab, Medi selama ini dianggap seperti saudara sendiri oleh Pansor dan keluarganya.
Sepupu M Pansor, Malhan Bastari menuturkan, Medi selama ini memang dekat dengan Pansor.
“Dia (Medi) itu sudah dianggap seperti saudara,” tutur Malhan, Minggu (31/7/2016).
Menurutnya, Pansor sering memberikan uang ke Medi. Bahkan, lanjut Malhan, Pansor membantu membiayai kuliah S2 Medi di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandar Lampung.
“Sama seperti duri dalam daging. Kok tega mengkhianati keluarga besar Pansor,” ujarnya.
Malhan berharap, tersangka pembunuhan Pansor diberikan hukuman seberat-beratnya. Ia juga mengapresiasi kinerja kepolisian, yang berhasil mengungkap kasus pembunuhan Pansor.
“Kami berharap polisi juga menggali motif pembunuhan ini,” tuturnya.
Sementara, pengacara Brigadir Medi, Sopian Sitepu masih yakin, kliennya tidak bersalah. Sopian mengatakan, Medi tidak mengakui tuduhan polisi sebagai pembunuh Pansor. Keyakinan itu bertambah ketika Medi dipertemukan dengan orang yang paling dihormatinya.
Sopian menceritakan, ia sudah mempertemukan Medi dengan orang yang paling dihormati Medi. Namun, Sopian enggan memberitahu sosok orang tersebut.
“Orang yang sangat dihormati Medi sudah menanyakan langsung ke Medi, apa benar dia pelakunya. Medi tetap menjawab bukan dia pelakunya. Makanya, kami yakin Medi tidak terlibat dalam kasus ini,” terang Sopian, seperti dilansir Tribunlampung.
Informasi yang beredar, Polda Lampung akan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Pansor pada Senin (1/8/2016) besok.
Sopian mengaku sudah mendengar kabar tersebut, namun belum mendapat pemberitahuan resmi dari penyidik.
Sebelumnya diberitakan, Pansor ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dengan kondisi tubuh terpotong-potong di Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan (Sumsel), pada 21 April lalu. (*)
Sepupu M Pansor, Malhan Bastari menuturkan, Medi selama ini memang dekat dengan Pansor.
“Dia (Medi) itu sudah dianggap seperti saudara,” tutur Malhan, Minggu (31/7/2016).
Menurutnya, Pansor sering memberikan uang ke Medi. Bahkan, lanjut Malhan, Pansor membantu membiayai kuliah S2 Medi di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandar Lampung.
“Sama seperti duri dalam daging. Kok tega mengkhianati keluarga besar Pansor,” ujarnya.
Malhan berharap, tersangka pembunuhan Pansor diberikan hukuman seberat-beratnya. Ia juga mengapresiasi kinerja kepolisian, yang berhasil mengungkap kasus pembunuhan Pansor.
“Kami berharap polisi juga menggali motif pembunuhan ini,” tuturnya.
Sementara, pengacara Brigadir Medi, Sopian Sitepu masih yakin, kliennya tidak bersalah. Sopian mengatakan, Medi tidak mengakui tuduhan polisi sebagai pembunuh Pansor. Keyakinan itu bertambah ketika Medi dipertemukan dengan orang yang paling dihormatinya.
Sopian menceritakan, ia sudah mempertemukan Medi dengan orang yang paling dihormati Medi. Namun, Sopian enggan memberitahu sosok orang tersebut.
“Orang yang sangat dihormati Medi sudah menanyakan langsung ke Medi, apa benar dia pelakunya. Medi tetap menjawab bukan dia pelakunya. Makanya, kami yakin Medi tidak terlibat dalam kasus ini,” terang Sopian, seperti dilansir Tribunlampung.
Informasi yang beredar, Polda Lampung akan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Pansor pada Senin (1/8/2016) besok.
Sopian mengaku sudah mendengar kabar tersebut, namun belum mendapat pemberitahuan resmi dari penyidik.
Sebelumnya diberitakan, Pansor ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dengan kondisi tubuh terpotong-potong di Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan (Sumsel), pada 21 April lalu. (*)
