![]() |
| (foto: istimewa) |
BANDAR LAMPUNG - Peristiwa kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) secara beruntun terjadi di Jalan Pulau Damar, Kelurahan Way Dadi Baru, Sukarame, Bandar Lampung sekitar pukul 13.30, Sabtu (23/7/2016).
Akibatnya, dua siswi SMK Al Huda, Kelurahan Jatimulyo, Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, tewas di tempat dengan luka parah di sekujur tubuh.
Kecelakan beruntun itu melibatkan satu mobil Toyota Avanza warna Biru BE-2055-BR yang dikendarai Lukman Santoso, satu truk Toyota Dyna BE-9091-BQ bermuatan tanah yang dikendarai Paimin, Honda Beat Pop warna hitam BE-3251-AT dengan korban Gita Meylanda Siswandini (18) dan Wiwik Winar (18) serta pengendara motor Yamaha Vega R BE-3420-YC.
Saksi mata, Adi (23) menjelaskan kecelakaan tersebut dimulai saat mobil Toyota Avanza yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jalan Jenderal Ryacudu mengarah ke Way Kandis. Saat itu, pengendara Avanza menabrak motor Yamaha Vega R yang dikendarai bapak-bapak yang merupakan pedagang asongan hingga terjatuh dan mengalami luka lecet.
Kemudian, Lukman Santoso sempat ingin melarikan diri, tetapi mobil yang dalam kecepatan tinggi itu tidak terkendali sehingga menabrak Honda Beat Pop yang berada di satu arah dengan dua wanita di motor tersebut. Tabrakan itu hingga membuat kedua wanita itu terlindas dan tewas di tempat.
Pengendara Avanza pun semakin ingin melarikan diri. Namun, saat hendak mendahului truk, Avanza yang dikendarai Lukman kembali tidak terkendali dan bersenggolan dengan bagian depan dari truk bermuatan tanah, seperti dilansir Lampost.
"Truk dan Avanza masih bisa jalan dengan posisi bertempelan hingga truk pun menabrak warung di pinggir jalan," kata pria yang bekerja sebagai petugas steam motor di lokasi kejadian.
Menurutnya, kondisi jalan yang sepi membuat korban tidak berjatuhan lebih banyak. Sebab, di tengah kondisi jalan raya yang sepi itu, para pengendara mengendarai kendaraannya dengan laju yang cepat.
"Kalau tadi kondisi jalannya ramai, mungkin yang dari Way Kandis kena tumbur juga Mas, karena posisi truk dan Avanza itu menutup jalan. Kalau Avanza itu jalannya cepat dan lawannya itu jalan santai semua Mas. Untuk kerusakan truk si tadi cuma rusak bumper depan saja dan sekarang sudah pergi lagi," kata dia.
Saksi mata lainnya, Suroso mengaku tidak tahu persis kejadian tersebut. Dirinya hanya mengetahui dari suara hantaman yang sangat keras hingga adanya korban jiwa.
"Saya lagi nyukur rambut, ada hantaman keras saya keluar dan warga lainnya juga, ternyata kecelakaan dan korban langsung meninggal dunia di pinggir jalan. Nggak ada yang berani pegang korbannya. Setelah polisi datang baru korban ditutup koran dan dibawa ke rumah sakit," ungkap pria pemangkas rambut itu.
Dua korban tewas dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) untuk divisum luar. Sedangkan pengendara Vega R dirawat di Puskesmas Way Kandis dan Lukman Santoso diamankan ke Polresta Bandar Lampung untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Terpisah, petugas Forensik RSUDAM Amri Manik mengatakan korban mengalami sejumlah luka di sekujur tubuhnya. Korban Gita Meylanda mengalami luka di paha kanan, luka terbuka pada dagu dan memar pada dahi, pilipis, serta kaki kiri kanan lecet. Selain itu, patah leher dan paha kiri dan kanan serta mengeluarkan darah dari hidung dan telinganya.
"Untuk korban Wiwik mengalami luka di bagian lutut kanan, lecet kaki kanan dan kiri, patah tulang pada paha kanan dan leher, serta mengeluarkan darah dari hidung dan telinganya," urai pria yang disapa Tulang itu di RSUDAM Lampung. (*)
