Notification

×

Korban Terakhir Teluk Kiluan Lampung Terjepit Batu Karang

21 July 2016 | 06:55 WIB Last Updated 2016-07-20T23:55:39Z
Laguna Gayau, Teluk Kiluan, Kelumbayan, Tanggamus, Lampung (ist)

LAMPUNG ONLINE – Akhirnya, setelah empat hari melakukan pencarian, Tim SAR (search and rescue) bersama masyarakat menemukan jasad terakhir korban keganasan ombak Laguna Gayau, Teluk Kiluan, Kelumbayan, Tanggamus, Lampung pada Rabu (20/7/2016).

Jasad Abimanyu Utama Putra (18), warga Desa Hajimena, Natar, Lampung Selatan didapati di Pantai Teluk baru, sekitar 300 meter dari Pantai Laguna Gayau, pukul 10.50 WIB.

Menurut Camat Kelumbayan, Sunarso, jasad remaja malang tersebut itu membengkak, diperkirakan karena terlalu lama terendam air.

“Mulai membusuk dan masih mengenakan baju berwarna hitam serta celana dalam. Jasad Abimanyu Utama Putra selanjutnya langsung dibawa ke rumah duka,” imbuhnya.

Pencarian terhadap Abimanyu sebelumnya terpaksa dihentikan karena cuaca ekstrem di seputaran perairan laut Teluk Kiluan.

Tim SAR sempat melakukan pencarian pada Senin (18/7). Tepatnya setelah menemukan Safikri Romli (18), warga Tanjung Gading, Tanjung Karang Timur (TkT), Bandar Lampung. Jasadnya ditemukan terjepit di antara batu karang pantai laut setempat sekitar pukul 08.00 WIB.

Setelah itu, tim terus bergerak untuk mencari Abimanyu. Namun karena cuaca memburuk, sore hari upaya tersebut terpaksa dihentikan.

“Untuk hari ini (19/7, Red) pencarian hanya dilakukan sampai pukul 12.00 WIB akibat kendala cuaca ekstrem yang terjadi di perairan Teluk Kiluan saat ini,” kata Dirham, pengelola wisata pantai Teluk Kiluan, Selasa (19/7), seperti dilansir Indopos.

Sebelumnya, keganasan ombak Laguna Gayau menelan korban jiwa, Minggu pagi (17/7). Dua orang tewas dan satu hilang, sementara lima lainnya selamat.

Korban adalah Indri Pitaloka (19) warga Teluk Betung, Bandar Lampung. Jenazah gadis cantik itu ditemukan pukul 10.00 WIB di sekitar perairan tersebut, Minggu. Sedangkan rekannya, Safikri Romli diketemukan pada keesokan harinya.

Menurut Ares, warga setempat, dirinya mendengar teriakan meminta pertolongan sekitar pukul 09.45 WIB ketika sedang di dekat lokasi. 

“Nggak tahunya ada remaja terseret ombak Gayau yang memang terkenal ganas,” ujarnya. (*)