Notification

×

H+2, Arus Balik di Jalinsum Lampung Mulai Ramai

09 July 2016 | 06:10 WIB Last Updated 2016-07-31T11:35:20Z
(ilustrasi/ist)

LAMPUNG - Du hari setelah (H+2) Lebaran 2016, arus balik pemudik mulai ramai melalui jalan lintas Sumatera (Jalinsum) di Bandar Lampung menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan untuk selanjutnya menyeberang ke Pelabuhan Merak (Banten) menggunakan kapal feri.

Suasana sejumlah titik Jalinsum ruas Panjang-Rajabasa, Bandar Lampung, Jumat (8/7/2016) menunjukkan arus balik pemudik umumnya didominasi sepeda motor. Namun mobil-mobil pribadi juga mulai ramai melintas. Sedangkan arus balik dari Pulau Jawa ke Sumatera belum ramai melintas di Jalinsum Bandar Lampung.

Penumpang arus balik ini menyeberang Selat Sunda dari Merak ke Bakauheni, selanjutnya menempuh perjalanan darat ke daerah asalnya di Sumatera. Arus balik pemudik tujuan Jawa diperkirakan makin ramai pada Jumat sore.

Puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada Minggu dini hari hingga malam (10/7), mengingat PNS dan karyawan swasta mulai bekerja Senin (11/7) usai liburan lebaran ini. Sementara arus balik pekerja sektor informal diperkirakan mencapai puncaknya pada Sabtu (16/7).

PT ASDP Indonesia Ferry menyebutkan, jumlah penumpang yang diseberangkan dari Merak ke Bakauheni mulai H-12 hingga H-3 Lebaran 2016 mencapai 703.049 orang, sedangkan jumlah kendaraan roda dua dan empat sebanyak 221.097 unit. 

Kendaraan yang diseberangkan terdiri atas sepeda motor sebanyak 62.407 unit, mobil sebanyak 68.358 unit, dan kendaraan besar atau truk atau bus mencapai 90.332 unit.

Sedangkan di Pelabuhan Bakauheni hingga H-2, jumlah penumpang yang diseberangkan ke Pelabuhan Merak Banten mencapai 350.277 orang, sedangkan jumlah kendaraan total 62.469 unit yang terdiri atas sepeda motor sebanyak 7.008 unit, mobil 36.258 unit, bus atau kendaraan besar sebanyak 19.203.

Melihat perbandingan jumlah penumpang dan kendaraan yang timpang, kemacetan parah yang terjadi di Pelabuhan Merak saat arus mudik, diperkirakan bakal terjadi lagi di Pelabuhan Bakauheni pada arus balik jika penanganannya tidak cermat dan efektif, seperti dilansir laman Suara.

Pelabuhan Bakauheni tetap menjadi rute utama untuk menyeberang ke Pulau Jawa dan sebaliknya. Sebetulnya sudah tersedia jalur alternatif pelayaran tol laut yang menghubungkan Bandar Lampung-Surabaya dan Bandar Lampung-Jakarta melalui Pelabuhan Panjang di Kota Bandar Lampung.

Upaya untuk memperlancar arus balik, di Pelabuhan Bakauheni akan dibuka 20 loket penjualan tiket, yakni 14 loket untuk penumpang pejalan kaki dan 6 loket untuk kendaraan.

Selain itu, PT ASDP Indonesia Ferry juga akan membuka loket penjualan tiket khusus kendaraan roda empat di Kota Kalianda, sekitar 30 km dari Pelabuhan Bakauheni. (*)