![]() |
| Bripka Toni saat dirawat di rumah sakit. (foto: ist) |
LAMPUNG - Dituduh berselingkuh, seorang anggota Polsek Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Bripka Toni Suhardi (38) babak belur dikeroyok warga, sekira pukul 22.00 WIB, Sabtu (2/7/2016).
Selain itu, korban juga mengalami dua luka tusukan di bagian perut sebelah kiri dan siku tangan sebelah kiri serta mata memar.
Menurut Toni, saat itu dirinya sedang melakukan patroli. Dia menyempatkan diri berkunjung ke rumah temannya bernama Suh warga Dusun SK, Desa Negeri Agung, Kecamatan Selagai Lingga, Lampung Tengah. Sesampainya di sana, ternyata di rumah hanya ada istri temannya itu.
“Tiba-tiba keponakan istri teman saya menuduh selingkuh. Keponakan teman saya itu memanggil warga dan kemudian mereka menganiaya saya. Bahkan ada yang menusuk saya menggunakan pisau,” jelasnya saat ditemui di ruang UGD Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Bandar Lampung, Minggu, (3/7).
Menurutnya, malam itu dirinya sedang menjalani tugas dan kebetulan tidak menggunakan seragam polisi.
“Malam itu saya piket, tapi tidak menggunakan seragam lengkap. Saya memakai celana dan kaus polisi. Padahal saya sudah mengaku anggota polisi, tapi mereka tetap saja menganiaya saya,” terang Toni.
Menurut Toni, saat itu dirinya sedang melakukan patroli. Dia menyempatkan diri berkunjung ke rumah temannya bernama Suh warga Dusun SK, Desa Negeri Agung, Kecamatan Selagai Lingga, Lampung Tengah. Sesampainya di sana, ternyata di rumah hanya ada istri temannya itu.
“Tiba-tiba keponakan istri teman saya menuduh selingkuh. Keponakan teman saya itu memanggil warga dan kemudian mereka menganiaya saya. Bahkan ada yang menusuk saya menggunakan pisau,” jelasnya saat ditemui di ruang UGD Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Bandar Lampung, Minggu, (3/7).
Menurutnya, malam itu dirinya sedang menjalani tugas dan kebetulan tidak menggunakan seragam polisi.
“Malam itu saya piket, tapi tidak menggunakan seragam lengkap. Saya memakai celana dan kaus polisi. Padahal saya sudah mengaku anggota polisi, tapi mereka tetap saja menganiaya saya,” terang Toni.
Kasus ini sudah ditindaklanjuti oleh Polsek setempat. Korban mengaku tidak mengetahui sama sekali pelaku penusukan yang menimpa dirinya.
“Saya tidak mengetahui sama sekali pelaku, dan kasus ini sudah ditangani oleh Kepolisian Polsek setempat,” jelas Toni, seperi dilansir Jpnn.
Disandera
Disandera
Ditambahkan rekan korban, Yuli (39), awalnya Bripka Toni Suhardi ditahan di kediaman Suh oleh warga setempat. Warga tidak mengizinkan anggota Polsek Selagai Lingga itu dibawa pulang.
“Malam itu Toni ditahan warga. Saya dan keluarga ingin menjemput, namun sejumlah warga melarang,” jelasnya, saat berada di RSUDAM.
Karena tidak di izinkan membawa Toni pulang, Yuli lalu memanggil seluruh anggota Polsek Selagai Lingga Lampung Tengah untuk menjemput korban.
“Saya memanggil puluhan anggota Polsek untuk menjemput korban dan membawanya ke Rumah Sakit Abdul Moeloek,” tuturnya.
Yuli menambahkan, Toni dianiaya karena dituduh memerkosa, bahkan ada juga yang bilang bahwa Toni berselingkuh dengan istri teman korban.
“Saya rasa korban tidak mungkin melakukan perbuatan itu. Suh adalah teman dekat korban. Yang menganiaya itu keluarga dari istri Suh, teman korban,” ujar dia. (*)
“Malam itu Toni ditahan warga. Saya dan keluarga ingin menjemput, namun sejumlah warga melarang,” jelasnya, saat berada di RSUDAM.
Karena tidak di izinkan membawa Toni pulang, Yuli lalu memanggil seluruh anggota Polsek Selagai Lingga Lampung Tengah untuk menjemput korban.
“Saya memanggil puluhan anggota Polsek untuk menjemput korban dan membawanya ke Rumah Sakit Abdul Moeloek,” tuturnya.
Yuli menambahkan, Toni dianiaya karena dituduh memerkosa, bahkan ada juga yang bilang bahwa Toni berselingkuh dengan istri teman korban.
“Saya rasa korban tidak mungkin melakukan perbuatan itu. Suh adalah teman dekat korban. Yang menganiaya itu keluarga dari istri Suh, teman korban,” ujar dia. (*)
