![]() |
| Ribuan kendaraan pemudik yang akan menyeberang ke Pulau Sumatra terjebak antrean panjang di Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (2/7/2016). (beritasatu) |
LAMPUNG ONLINE - Puluhan pemudik yang menggunakan mobil pribadi mengamuk di Dermaga III, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, karena mencurigai oknum petugas PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak menyiapkan jalur khusus bagi penumpang yang bersedia membayar lebih mahal.
"Saya curiga jika di sini ada jalur khusus yang disediakan oleh pihak petugas lapangan ASDP, soalnya saya dari semalam mengatri, sudah macet di tol, pas masuk juga, ini ditambah belum masuk-masuk kapal juga," kata Adi, salah satu pemudik yang ikut mengamuk di lokasi kejadian, Sabtu (2/7/2016).
Kekesalan para pemudik ini bertambah karena telah mengantre lebih dari 10 jam lamanya belum juga diberangkatkan ke Pelabuhan Bakauheni Lampung. Mereka pun harus berpanas-panasan di Pelabuhan Merak dengan suhu udara mencapai 31 derajat celcius.
"Saya antre dari jam tiga pagi, sampai sekarang belum diberangkatkan, malah yang baru datang bisa langsung berangkat dan masuk kapal," kata Rizal, pemudik asal Tangerang Selatan menuju Bandar Lampung, seperti dilansir Beritasatu.
Petugas pun mengaku akan mengatasi keluhan para penumpang yang menuding bahwa PT ASDP menyiapkan jalur khusus bagi siapa pun yang berani membayar mahal.
"Ya sudah nanti kita urus ya, nanti kita panggil," kata Nafri, Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Cabang Merak. (*)
