Notification

×

Bom Guncang Madinah dan Solo, Ridho: Lampung Aman

07 July 2016 | 05:55 WIB Last Updated 2016-07-31T11:37:35Z
Ridho Ficardo (kiri). | foto: ist
   
LAMPUNG – Kendati terjadi bom bunuh diri di Madinah dan di Mapolresta Surakarta, Solo, Jawa Tengah, pada H-1 lebaran, Selasa (5/7/2016), Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo menghimbau masyarakat untuk tidak khawatir dan tetap fokus pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1437 H.

Hal tersebut dikatakannya usai melaksanakan shalat Ied di Lapangan Korem 043 Garuda Hitam (Gatam) Saburai, Enggal, Bandar Lampung, Rabu (6/7/2016). Orang nomor satu Lampung ini mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan.

Pernyataannya terhadap situasi yang kondusif, karena masih belum ada tanda-tanda informasi eskalasi keamanan baik dari intelejen, kepolisian, maupun jejaring militer.

”Sampai saat ini saya belum menerima suatu signal peningkatan eskalasi keamanan. Tapi tetap, tingkat kewaspadaan harus ada. Jadi masyarakat juga tidak perlu khawatir, karena aparat keamanan juga dalam situasi dan kondisi mudik. Semua aman,” kata dia.

Ridho pun tak lupa mengucapkan selamat kepada masyarakat yang merayakan Idul Fitri.

”Insya Allah, kami selalu bekerja keras. Kami mohon doa dan restunya dari masyarakat agar bisa semakin baik dan membuat masyarakat sejahtera. Semoga semua bisa merayakan dengan penuh sukacita, agar bisa bersama di kampung halaman. Dan tidak lupa jaga keselamatan, jaga berkendara semua sampai dengan selamat,” imbau Ridho, seperti dilansir Jpnn.

Sementara itu, pelaksanaan shalat Ied di Lapangan Saburai dipandu khotib Hi. Nurkholis, Lc., M.A., dan Imam H. Ma'mun Rasyd. Dalam khotbahnya, Nurkholis menyampaikan, manusia dihadapkan berbagai persoalan dan tantangan global kontemporer yang sarat dengan fitnah syubhat dan syahwat. 

Sehingga, kebanyakan manusia berperilaku pragmatis dalam kehidupan dan tidak lagi menjadikan rambu-rambu samawi menjadi pijakan hidup. Bahkan tidak jarang manusia justru larut dalam keduniaan, tenggelam dalam kebatilan, dan popularitas semu.

Menurutnya, Ramadan sebagai bulan penuh kemuliaan, rahmat, dan ampunan, tentunya harus betul-betul menjadi kunci keteladanan dan awal perubahan membangun umat, bangsa, dan negara ini. 

"Hendaknya kita selalu berdiri tegak dalam kebenaran (qoimatun 'alahlaq),” harapnya.

Yaitu, sikap konsisten diri terhadap ajaran dan prinsip keislaman, sikap istikamah dalam petunjuk dan sunnahnya dibarengi niat ikhlas karena Allah. Bersikap insaf dan wasath (adil dan moderat), tidak ifratb dan tafrith (berlebihan) dalam akidah dan pemahaman, memiliki rujukan saleh dalam keislaman, serta saling menghargai kelebihan dan kekurangan yang lain.

Selain itu, toleran dalam fikh perbedaan dengan tetap menjaga tali ukhuwah dan persatuan. Bukan karena tekanan, doktrin dan propaganda lain yang sesat-menyesatkan.

Dalam shaf depan shalat ied, gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri akrab didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Lampung Suhaili.

Usai salat, masih di tempat sama, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lampung seperti Kepala Badan Kepegawaian Daerah Zaini Nurman, Kepala Dinas Sosial Satria Alam, para asisten, dan beberapa kepala satuan kerja lainnya, bersalaman dengan Ridho dan Bachtiar.

Usai di Lapangan Korem 043 Gatam Saburai, Forkopimda merapat ke rumah dinas gubernur di Mahan Agung yang menggelar open house. (*)