![]() |
| Ledakan bom di pos keamanan di dekat rumah ibadah di Madinah, Senin (4/7/2016). | foto: reuters |
LAMPUNG ONLINE - Terhadap orang-orang yang menyeret pemuda Arab Saudi ke dalam ekstremisme agama, Raja Arab Saudi, Salman, memperingatkan jika dia akan menggunakan 'tangan besi'.
Dalam pidato yang menandai datangnya Idul Fitri 1437 Hijriah, dia mengatakan, tantangan besar Arab Saudi saat ini dalah menjaga harapan bagi para pemuda yang menghadapi ancaman radikalisasi.
"Kami akan membalas dengan 'tangan besi' terhadap mereka yang mengincar para pemuda kami," kata raja berusia 80 tahun itu, seperti dilansir Kompas, Rabu (6/7/2016).
Diketahui, dalam serangan bom bunuh diri pada Senin (4/7) malam di kota Madinah menewaskan empat orang anggota aparat keamanan. Bom bunuh diri di Madinah itu merupakan satu dari tiga serangan yang terjadi di tiga kota Saudi dalam satu hari.
Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim sebagai dalang aksi tersebut tetapi dalam beberapa tahun terakhir ISIS kerap beraksi di negeri sekutu AS itu dan mengincar warga minoritas Syiah serta aparat keamanan Saudi.
Zeid Ra'ad al-Hussein, Komisioner Tinggu urusan HAM PBB yang juga anggota keluarga kerajaan Jordania, menyampaikan pernyataannya dari Geneva, Swiss.
"Madinah adalah salah satu situs tersuci dalam Islam, dan serangan semacam ini di sana, di saat bulan Ramadhan, bisa diartikan sebagai serangan terhadap seluruh Muslim di dunia. Ini adalah serangan terhadap agama Islam," ujar Al-Hussein.
Serangan bom di Madinah ini baru sekali terjadi. Kota ini adalah tempat situs paling suci kedua dalam agama Islam yaitu Masjid Nabawi yang dibangun pada abad ke-7 oleh Nabi Muhammad sekaligus menjadi lokasi makam pembawa ajaran Islam itu.
Serangan terhadap kota Mekkah juga nyaris tak pernah terjadi. Apalagi keluarga Saud yang menguasai Arab Saudi menganggap diri mereka sebagai penjaga kedua kota suci itu.
Namun, ISIS menganggap pemerintah Arab Saudi adalah bidah dan sudah menyatakan niat untuk menggulingkan pemerintah kerajaan Saudi. (*)
