Notification

×

BMKG Bandar Lampung: Waspada Cuaca Buruk Saat Mudik!

02 July 2016 | 12:07 WIB Last Updated 2016-07-02T11:17:04Z
(ilustrasi/ist)

LAMPUNG - Angin kencang, gelombang tinggi, banjir rob laut, masih mengancam masyarakat hingga 5 Juli mendatang. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMGK) berharap pemudik dan masyarakat mewaspadai cuaca buruk pada 1-5 Juli 2016.

"Saya berharap pemudik yang pulang kampung, agar mewaspadai cuaca buruk yang akan terjadi hingga H-1 Idul Fitri 1437 H. Potensi angkin kencang, banjir rob, dan gelombang tinggi laut akan terjadi lima empat hari ke depan," jelas Kepala BMKG Stasium Maritim Panjang, Bandar Lampung, Sugiyono, seperti dilansir pada Sabtu (2/7/2016).

BMKG menjelaskan pada arus mudik Lebaran kali ini bertepatan pada fase bulan mati menuju bulan baru yang berdampak pada peningkatan gelombang maksimum dan air pasang, terutama wilayah-wilayah yang terbiasa kena banjir rob.

"Kondisi gelombang laut di jalur penyeberangan Merak – Bakauheni masih normal  dan masih aman bagi pemudik. Meski demikian, ia berharap tetap waspada dengan kondisi cuaca yang berubah setiap saat," ujar Sugiyono, dikutip Republika.

BMKG menyebutkan kondisi cuaca buruk terjadi karena adanya peningkatan kecepatan angin timuran hingga 50 km per jam yang diprakirakan masih cukup persistent di beberapa wilayah perairan Indonesia bagian tengah dan timur. Hal tersebut dapat memicu pertumbuhan gelombang tinggi yang akan berdampak pada proses arus mudik angkutan lebaran melalui jalur laut.

Sedangkan untuk selatan Jawa – NTB masih terpantau terjadi gelombang tinggi yang didominasi penjalaran swell (alun) yang dibangkitkan dari pusat tekanan tinggi subtropis di Samudera Hindia sebelah barat Australia.

Potensi gelombang tinggi minimal duameter tersebut diprakirakan akan terjadi di perairan Indonesia selama puncak arus mudik 1 - 5 Juli 2016. Kondisi tersebut terjadi di perairan barat Kepulauan Nias dan Mentawai, Perairan Kepulauan Enggano – Bengkulu, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan,  Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, dan Laut Sawu. (*)