Notification

×

Perawat Diduga Salah Beri Obat, Balita Lampung Meninggal

27 July 2016 | 06:31 WIB Last Updated 2016-07-26T23:36:30Z
(foto: istmewa)

TULANGBAWANG - Belum lagi tuntas soal kematian pasien di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, kini peristiwa yang merenggut nyawa pasien kembali terjadi di rumah sakit (RS) di provinsi berjuluk Sang Bumi Ruwa Jurai ini. 

Diduga akibat perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Menggala, Kabupaten Tulang Bawang salah memberikan obat, seorang balita berusia dua tahun berinisial Ad, meninggal dunia.

Orangtua korban, Samsi (39), menceritakan, kronologi dugaan salah diagnosis oleh pihak RS bermula pada Senin (25/7/2016) sekitar pukul 14.15 WIB.

Warga Gunung Sakti, Kelurahan Menggala Selatan itu mengantarkan anaknya ke RSU Menggala untuk berobat, akibat penyakit batuk dan pilek yang diderita anaknya tidak kunjung sembuh

“Sesampainya di sana, langsung perawatan di ruang spesialis anak. Menurut dokternya, ada penggumpalan dahak di dada,” ucapnya, saat ditemui sejumlah wartawan, Selasa (26/7/2016).

Samsi menjelaskan, sebelum anaknya diperiksa, ia ditanya seorang dokter spesialis anak, terkait keluhan yang diderita anaknya tersebut.

Ia menambahkan, ketika anaknya sudah dirawat, sekitar pukul 23.00 WIB, ada seorang perawat yang memberikan obat kepada anaknya.

“Setelah dikasih obat itu, anak saya langsung kejang-kejang. Lama, sekitar tiga jam. Obatnya dimasukkan lewat mulut anak saya,” terang suami Subaidah (33) itu, seperti dilansir Tribunlampung.

Setelah kejang-kejang, lanjut Samsi, anaknya tidak kunjung sadar. Walaupun, kejang-kejang sudah berhenti.

“Cuma, matanya melotot terus,” paparnya.

Usai kejadian itu, Samsi menerangkan, anaknya dirujuk ke RSU Abdul Moeloek (RSUAM) keesokan paginya, Selasa.

“Alasannya, peralatan (RSU Menggala) tidak lengkap,” tukasnya.

Sesampainya di gerbang RSUAM, Samsi mengatakan, anaknya sudah meninggal. Pemeriksaan di RSUAM pun menguatkan hal tersebut.

Samsi beserta keluarganya mengatakan, pihaknya secara tegas meminta pertanggungjawaban RSU Menggala. Sebab, anaknya meninggal diduga karena pemberian obat yang salah.

“Intinya, saya minta pertanggungjawaban rumah sakit,” tutupnya.

Sementara, Humas RSU Menggala, Nyoman mengaku belum mengetahui adanya kejadian salah diagnosis, hingga merenggut nyawa Ad. Pihaknya baru mengetahui adanya peristiwa itu saat wartawan melakukan konfirmasi.

“Malah saya baru tahu. Nanti, saya coba kroscek. Saya minta waktu untuk mengonfirmasi pihak keluarga. Besok pagi, saya temui dokternya kemudian yang merawatnya, mau saya tanyai kronologinya bagaimana,” ujar dia. (*)