![]() |
| Nizar Romas (ist) |
BANDAR LAMPUNG – Hingga kini, proses penyidikan dalam kasus pencurian jarum suntik dan obat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung, dengan tersangka oknum anggota DPRD Bandar Lampung Nizar Romas masih terus berlangsung.
Bahkan, penyidik Polresta Bandar Lampung berhasil menemukan sebuah bukti baru dan berkoordinasi dengan satuan narkoba.
“Tersangka sedang diperiksa secara maraton, karena kami menemukan beberapa bukti baru. Saat ini kita berkordinasi dengan satuan narkoba untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Kasat Reskrim Kompol Dery Agung Wijaya, Jumat (29/7/2016).
Menurutnya, Nizar akhir-akhir ini baru bisa diperiksa secara intensif, sehingga ada beberapa barang bukti kembali yang didapatkan. Namun sampai saat ini belum diketahui alasan Nizar melakukan pencurian tersebut, seperti dilansir laman Fajar.
“Ketika Nizar ditanyakan alasan melakukan perbuatan tersebut, dia mengaku lupa, dengan alasan tidak sadar. Namun saat ini kita sedang berupaya menangkap AI, pelaku lain yang juga rekan Nizar,” ujar Dery.
Mengenai sosok AI ini, polisi pernah bertanya kepada Nizar. Tapi Nizar menunjukkan beberapa orang yang berbeda.
“Tersangka sedang diperiksa secara maraton, karena kami menemukan beberapa bukti baru. Saat ini kita berkordinasi dengan satuan narkoba untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Kasat Reskrim Kompol Dery Agung Wijaya, Jumat (29/7/2016).
Menurutnya, Nizar akhir-akhir ini baru bisa diperiksa secara intensif, sehingga ada beberapa barang bukti kembali yang didapatkan. Namun sampai saat ini belum diketahui alasan Nizar melakukan pencurian tersebut, seperti dilansir laman Fajar.
“Ketika Nizar ditanyakan alasan melakukan perbuatan tersebut, dia mengaku lupa, dengan alasan tidak sadar. Namun saat ini kita sedang berupaya menangkap AI, pelaku lain yang juga rekan Nizar,” ujar Dery.
Mengenai sosok AI ini, polisi pernah bertanya kepada Nizar. Tapi Nizar menunjukkan beberapa orang yang berbeda.
“Kita pernah melakukan pemanggilan terhadap rekan yang pernah dikatakan Nizar, ternyata bukan yang kita maksud,” jelas Dery. (*)
