Notification

×

Masih Banyak Smartphone Black Market Beredar di Pasaran

19 June 2016 | 17:26 WIB Last Updated 2016-06-19T11:04:53Z
(ilustrasi/ist)

LAMPUNG ONLINE -
Keberadaan smartphone ilegal atau black market, tampaknya masih tinggi di pasaran Indonesia. Meski baru-baru ini telah terjadi penyitaan sejumlah unit smartphone, namun nyatanya smartphone black market masih bisa didapatkan di toko-toko atau tempat perbelanjaan, salah satunya Thamrin City.

Berdasarkan perkenalan dengan salah satu penjual, Kevin, diketahui bahwa smartphone black market yang belum resmi dipasarkan di Indonesia, saat ini sudah bisa dibeli di kawasan tersebut. Adapun smartphone yang dimaksud ialah Xiaomi Mi 5, iPhone 6S dan iPhone SE.

Awalnya ia sedikit ragu-ragu untuk memberikan informasinya dengan menyarankan untuk mencari ke Roxy atau kawasan Kuningan. Ia beralasan kedua tempat tersebut biasanya banyak terdapat stok smartphone-smartphone terbaru.

"Xiaomi Mi 5 ya, kalau di dalam sini sih belum ada kayaknya. Kalau mau, cari aja di Roxy atau Kuningan, banyak di sana. Soalnya disitu kejar stok baru. Tapi, dilihat dari pelanggannya juga sih," papar Kevin, seperti dilansir dari Okezone pada Minggu (19/6/2016).

Namun setelah ditelusuri lebih dalam akhirnya ia mau mengungkapkan. Menurut Kevin, saat ini Xiaomi Mi 5 memang ada, namun jumlah pembelinya belum sebanyak Xiaomi Note 3 dan Note 2. Selain itu ia juga mengungkapkan bahwa saat ini pembeli lebih banyak mencari Xiaomi Note 3 Pro dibanding ketiga varian tersebut.

"Mi 5 sudah ada sih, tetapi enggak banyak yang cari. Yang banyak dicari orang-orang sih Note 3 sama Note 2. Cuma sekarang-sekarang ini yang lebih banyak Note 3 Pro," tuturnya.

Saat ditanya tentang keberadaan iPhone 6S dan SE, ia juga mengatakan bahwa kedua smartphone tersebut juga ada di kawasan tersebut. Namun, dikatakan Kevin, pengunjung lebih banyak mencari iPhone 6S daripada SE.

"iPhone 6S sama SE ada, harganya Rp10 jutaan, kalo SE Rp7 juta lebih, tetapi kalau SE jarang, soalnya nanggung jadi orang lebih pilih 6S daripada SE," kata Kevin. (*)