Notification

×

Mudik, Bus dari Bakauheni ke Terminal Rajabasa Lampung Gratis

22 June 2016 | 10:02 WIB Last Updated 2016-07-02T11:17:04Z
(foto: dok. lampungonline)

LAMPUNG - Ini kabar gembira bagi para pemudik yang akan ke Bandar Lampung. Untuk pelayanan mudik Lebaran tahun ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung membuat terobosan dengan menggratiskan penumpang bus dalam provinsi, yang diangkut mulai dari Bakauheni menuju Terminal Rajabasa, Bandar Lampung.

"Kami tetap menggunakan bus reguler, misalnya, dari Bakauheni ke Rajabasa. Nanti, ketika penumpang sudah naik semua ke bus, dan sudah penuh terisi, baru kami melakukan pembayaran ke operator bus," kata Sekretaris Dishub Lampung Minto Raharjo, di Kompleks Kantor DPRD Lampung, dilansir pada Selasa (21/6/2016).

Dia mencontohkan, jika kapasitas per bus berjumlah 60 orang, dengan tarif Rp 20 ribu per orang, maka total pembayaran yang ditanggung Dishub Lampung sebesar Rp 1,2 juta. Sayang, Minto tidak bersedia mengungkapkan alokasi keseluruhan untuk program tersebut.

"Setelah dibayar, kami pastikan ke operator bus, tidak boleh narik bayaran lagi ke penumpang. Kalau alokasi anggarannya, tidak usahlah, saya tidak bersedia (mengungkapkan)," kata Minto.

Untuk sistem dan kriteria pemilihan penumpang, Minto menjelaskan, diberlakukan pada jam-jam tertentu saja, menjelang puncak arus mudik Lebaran.

"Sistemnya acak saja. Kami akan mulai nanti H-3 atau H-2 sampai Lebaran tiba. Tergantung kondisi di pelabuhan juga. Yang jelas, tidak semua penumpang yang turun dari kapal kami gratiskan. Anggarannya terbatas," terang Minto, seperti dikutip Tribunlampung.

Siapkan Bus Bantuan

Di sisi lain, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Dishub Lampung juga menyiapkan bus bantuan dari Kementerian Perhubungan sebanyak 20 unit. Bus tersebut dioperasionalkan melayani pemudik yang hendak ke Terminal Rajabasa.

"Seperti tahun kemarin, kami siapkan BRT (Bus Rapid Transit). Nantinya, 20 unit bus tersebut, akan kami standby-kan untuk mem-backup jurusan Bakauheni-Rajabasa. Kalau misalkan masih kurang juga, kami siapkan lagi BRT. Intinya bagaimana kami melayani sebaik-baiknya," jelas Minto.

Namun demikian, Minto mengatakan, meski 20 unit bus tersebut sifatnya bantuan, tetapi pihaknya tetap mengenakan tarif kepada penumpang sesuai dengan ketentuan.

"Ya tetap bayar. 20 unit bus ini kan sudah ada pengelolanya, PT Lampung Jasa Utama (LJU), jadi pendapatannya nanti masuknya ke sana (LJU)," tandas Minto. (*)